Pakistan-China Bahas Konflik Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 06:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Islamabad - Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, guna membahas situasi konflik di Timur Tengah di tengah upaya Islamabad memediasi hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Dilansir dari the Guardian, Rabu, 1 April 2026, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memperkuat komunikasi strategis terkait isu Iran serta berbagai persoalan regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama.

"Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar akan tiba di China hari ini. Pertemuan Menteri Luar Negeri Wang Yi dan Menlu Ishaq Dar akan meningkatkan komunikasi dan koordinasi strategis mengenai situasi di Iran dan isu-isu internasional dan regional lainnya yang menjadi kepentingan bersama," kata Mao Ning.

Pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya peran Pakistan sebagai mediator antara Washington dan Teheran. Sejumlah negara seperti Arab Saudi, Mesir, dan Turki juga turut mendukung upaya diplomasi tersebut, bahkan Islamabad disebut berpotensi menjadi tuan rumah perundingan damai.

"China dan Pakistan bersama-sama menyerukan perdamaian dan posisi yang adil, serta melakukan upaya baru untuk membantu mengakhiri konflik dan mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut," tambah Mao Ning.

Baca Juga: Iran Pastikan Pasokan BBM Aman di Tengah Ketegangan dengan AS dan Israel

Meski demikian, pihak China tidak merinci isi pembicaraan antara kedua menteri luar negeri tersebut.

Sebelumnya, Ishaq Dar menyatakan bahwa baik Amerika Serikat maupun Iran telah menunjukkan kepercayaan kepada Pakistan untuk memfasilitasi dialog. Ia menegaskan kesiapan Islamabad untuk menggelar pembicaraan bermakna dalam waktu dekat guna mencapai solusi menyeluruh dan berkelanjutan atas konflik yang berlangsung.

Ia juga mengungkapkan bahwa para menteri luar negeri dari Pakistan, Arab Saudi, Mesir, dan Turki telah sepakat membentuk komite khusus guna merumuskan teknis pelaksanaan dialog berdasarkan kesepahaman bersama.

Warga mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Kota London, Inggris Raya, Sabtu (21/3/2026). /ANTARA FOTO/XinHua/Li Ying/wsj. <b>(Antara)</b> Warga mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Kota London, Inggris Raya, Sabtu (21/3/2026). /ANTARA FOTO/XinHua/Li Ying/wsj. (Antara)

Namun di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa belum ada negosiasi langsung dengan Amerika Serikat, dan komunikasi masih sebatas pertukaran pesan melalui perantara.

“Saya tidak tahu berapa banyak orang di AS yang menganggap serius klaim diplomasi Amerika. Misi kami jelas, tidak seperti pihak lain, yang terus-menerus mengubah posisinya,” ujarnya.

Dar juga menekankan bahwa inisiatif pertemuan yang digagas Pakistan dilakukan secara mandiri tanpa keterlibatan langsung Iran.

Baca Juga: KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp156 Juta ke Dirjen Haji Kemenag

“Jika negara-negara di kawasan ingin mengakhiri perang, tetapi mereka harus memahami dengan jelas siapa yang memulainya,” ucapnya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump terus mendorong jalur diplomasi meski konflik masih berlangsung. Upaya mediasi yang melibatkan Pakistan, Turki, dan Mesir disebut telah membuka jalur komunikasi tidak langsung antara Washington dan Teheran, dengan harapan kesepakatan dapat dicapai dalam waktu dekat.

x|close