Iran Tuduh Ukraina Terlibat dalam Serangan AS-Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 07:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Rudal Iran untuk serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. ANTARA/Anadolu/py/pri. Ilustrasi - Rudal Iran untuk serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. ANTARA/Anadolu/py/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, menuding Ukraina ikut berperan dalam agresi militer yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dilansir dari Al Arabiya, Rabu, 1 April 2026, dalam surat resmi yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres serta Dewan Keamanan PBB, Iravani menyoroti pengakuan Kyiv terkait pengiriman “ratusan ahli” ke kawasan tersebut.

“Pengakuan Ukraina bahwa mereka telah mengirimkan ‘ratusan ahli’ ke kawasan, yang tampaknya untuk membantu beberapa negara Teluk Persia menghadapi Iran, pada hakikatnya merupakan bentuk dukungan finansial dan operasional terhadap agresi militer ilegal yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari 2026,” tulisnya.

Ia juga menegaskan bahwa Teheran menolak seluruh tuduhan dari duta besar Ukraina di PBB karena dinilai tidak memiliki bukti kuat dan dianggap sebagai upaya mengalihkan perhatian dari konflik yang sedang berlangsung.

Menurut Iravani, tuduhan tersebut juga bertujuan menutupi pelanggaran serius terhadap warga sipil dan infrastruktur non-militer.

Baca Juga: Iran Pastikan Pasokan BBM Aman di Tengah Ketegangan dengan AS dan Israel

“Tindakan tersebut bukanlah kebetulan. Hal ini menunjukkan keterlibatan aktif dalam penggunaan kekuatan secara ilegal terhadap negara berdaulat dan menimbulkan kekhawatiran serius dalam kerangka hukum internasional, termasuk prinsip tanggung jawab negara dan larangan membantu tindakan yang melanggar hukum internasional,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa langkah Ukraina dinilai melanggar prinsip dasar Piagam PBB, khususnya terkait larangan penggunaan kekuatan sebagaimana tercantum dalam Pasal 2 ayat 4.

Selain itu, Iravani menyebut upaya pembenaran terhadap serangan pada infrastruktur penting bertentangan dengan prinsip hukum humaniter internasional.

Warga mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Kota London, Inggris Raya, Sabtu (21/3/2026). /ANTARA FOTO/XinHua/Li Ying/wsj. <b>(Antara)</b> Warga mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Kota London, Inggris Raya, Sabtu (21/3/2026). /ANTARA FOTO/XinHua/Li Ying/wsj. (Antara)

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, juga menilai pengaitan konflik di Ukraina dengan situasi di Asia Barat sebagai kesalahan besar.

Menanggapi tawaran Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk memberikan bantuan militer kepada sekutu AS di kawasan, Baqaei berharap negara-negara di kawasan tidak terpengaruh.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa negara-negara tersebut cukup bijak untuk tidak membuka ruang bagi pihak yang dinilai telah menyeret negaranya sendiri ke dalam konflik berkepanjangan dalam beberapa tahun terakhir.

x|close