Ntvnews.id, Beijing - Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan telah mendeteksi aktivitas militer dari Tentara Pembebasan Rakyat China berupa 24 pesawat dan tujuh kapal angkatan laut di sekitar wilayah pulau tersebut dalam 24 jam terakhir.
"24 kali misi penerbangan pesawat PLA, 7 kapal PLAN dan 1 kapal resmi yang beroperasi di sekitar Taiwan terdeteksi hingga pukul 6 pagi (UTC+8) hari ini [22:00 GMT, Selasa]," demikian pernyataan kementerian melalui platform X, Selasa, 21 April 2026.
Baca Juga: Bayang-bayang Pecahnya Perang di Selat Taiwan
Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 pesawat dilaporkan melintasi garis tengah Selat Taiwan dan masuk ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.
Sehari sebelumnya, Senin, 20 April 2026, kementerian juga menyampaikan bahwa kapal induk Liaoning milik angkatan laut China turut melintasi Selat Taiwan.
Secara historis, Taiwan telah memiliki pemerintahan sendiri sejak 1949. Namun, China tetap menganggap pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya.
Di sisi lain, Taiwan yang memiliki pemerintahan hasil pemilu memandang dirinya sebagai entitas otonom, meskipun belum secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan.
Baca Juga: China Tawarkan 10 Insentif ke Taiwan, Apa Itu?
Beijing juga secara konsisten menolak segala bentuk hubungan resmi antara negara lain dengan Taipei serta menegaskan bahwa kedaulatan China atas Taiwan merupakan hal yang tidak dapat diperdebatkan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Dua pesawat tempur China J-11 dan satu pesawat pengebom H-6K saat berpatroli di wilayah udara antara China daratan dan Taiwan. ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)