Infografik: 3 Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 13:58
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sebanyak tiga anggota TNI yang sedang menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa di Lebanon (UNIFIL) gugur pada 29-30 Maret 2026 di tengah peningkatan intensitas pertempuran di wilayah tersebut. Sebanyak tiga anggota TNI yang sedang menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa di Lebanon (UNIFIL) gugur pada 29-30 Maret 2026 di tengah peningkatan intensitas pertempuran di wilayah tersebut. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Tiga personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur saat menjalankan tugas di Lebanon Selatan pada 29-30 Maret 2026, di tengah meningkatnya intensitas konflik di wilayah tersebut.

Berdasarkan kronologi, insiden pertama terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, ketika serangan artileri menghantam markas pasukan perdamaian. Sehari kemudian, Senin, 30 Maret 2026, ledakan terjadi saat misi konvoi pengawalan dan evakuasi di wilayah yang sama. Selain menewaskan tiga prajurit, peristiwa tersebut juga menyebabkan lima personel lainnya mengalami luka, dengan rincian tiga luka berat dan dua luka ringan.

Baca Juga: Demokrat Kecam Serangan ke UNIFIL, Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon Kehilangan Besar

Ada pun tiga prajurit yang gugur yakni Kapten (Inf) Zulmi Aditya (33 tahun), Sertu Muhammad Nur Ichwan (25 tahun), dan Praka Farizal Romadhon (27 tahun). Data tersebut berdasarkan laporan TNI per 31 Maret 2026. Sementara itu, total personel TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL tercatat sebanyak 755 orang.

Pemerintah Indonesia merespons keras insiden tersebut dengan mengecam serangan yang menewaskan prajurit TNI. Melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut, proses pemulangan jenazah telah disiapkan. Selain itu, pemerintah juga terus memantau kondisi prajurit yang terluka serta mendesak dilakukannya investigasi yang transparan atas insiden tersebut.

Baca Juga: 2 Prajurit TNI Terluka di Lebanon Dirawat di Beirut, TNI Tunggu Hasil Investigasi UNIFIL

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan duka mendalam atas gugurnya para prajurit. Ia menegaskan bahwa Indonesia mengecam keras serangan tersebut serta berbagai aksi kekerasan yang terjadi di Lebanon Selatan. Keberadaan pasukan penjaga perdamaian sendiri memiliki peran penting dalam melindungi warga sipil, mencegah konflik, serta menjaga stabilitas keamanan global di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Berikut Infografiknya:

Sebanyak tiga anggota TNI yang sedang menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa di Lebanon (UNIFIL) gugur pada 29-30 Maret 2026 di tengah peningkatan intensitas pertempuran di wilayah tersebut. <b>(Antara)</b> Sebanyak tiga anggota TNI yang sedang menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa di Lebanon (UNIFIL) gugur pada 29-30 Maret 2026 di tengah peningkatan intensitas pertempuran di wilayah tersebut. (Antara)

x|close