Ntvnews.id, Jakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tengah mengkaji rencana pelaksanaan investigasi forensik menyusul gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephan Dujarric, saat merespons pertanyaan media dalam konferensi pers pada Rabu, 1 April 2026, sebagaimana dikutip dari laman resmi PBB, Kamis, 2 April 2026.
“Harapan Sekretaris Jenderal adalah agar hal ini dapat dilakukan secepat mungkin, dengan tetap mengutamakan keselamatan semaksimal mungkin. Kita sedang berbicara tentang melakukan investigasi forensik di tengah zona konflik,” kata Dujarric.
Ia menjelaskan bahwa lokasi kejadian yang berada di wilayah konflik membuat UNIFIL membutuhkan koordinasi khusus atau dekonflik agar tim penyelidik dapat masuk ke area tersebut dengan aman.
“Kami tidak ingin melihat situasi di mana mereka yang sedang menyelidiki suatu serangan atau insiden justru membahayakan diri mereka sendiri dalam proses investigasi tersebut,” ucap Dujarric.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, berkomitmen untuk mempercepat proses penyelidikan guna mengungkap fakta yang sebenarnya di balik insiden tersebut.
Langkah ini dinilai penting mengingat munculnya berbagai spekulasi terkait pihak yang bertanggung jawab.
“Saya pikir Bapak Lacroix bertekad untuk menyelesaikan hal ini secepat mungkin, karena kita telah melihat banyak pihak memberikan komentar tentang siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang tidak. Oleh karena itu, kita perlu menetapkan fakta-faktanya agar kita dapat menyampaikannya dengan jelas,” sambungnya.
Sebelumnya, seorang anggota pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia gugur akibat serangan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu, 29 Maret 2026.
Baca Juga: Infografik: 3 Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon
Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur dalam kejadian tersebut, sementara tiga personel lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka-luka.
Selain itu, PBB juga melaporkan dua prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia gugur serta dua lainnya terluka dalam serangan terhadap konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan, pada Senin, 30 Maret 2026.
Dengan bertambahnya korban dari insiden tersebut, hingga saat ini tercatat tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian di wilayah Lebanon selatan.
(Sumber: Antara)
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (PMPP TNI) Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan (kanan) berbincang dengan keluarga almarhum Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kampung Cikendal, Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026). Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar merupakan anggota Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) yang gugur akibat tembakan artileri di wilayah Lebanon Selatan pada Senin (30/3). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nym. (Antara)