Tingkatkan Sistem Tanggap Bencana, Pemerintah Terus Perbarui Peringatan Dini Gempa 4 Tahun Terakhir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 17:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani memberikan keterangan dalam konferensi pers terkait gempa bumi-potensi tsunami di Maluku Utara-Sulawesi Utara di Jakarta, Kamis (2/4/2026) ANTARA/M Riezko Bima Elko Pras Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani memberikan keterangan dalam konferensi pers terkait gempa bumi-potensi tsunami di Maluku Utara-Sulawesi Utara di Jakarta, Kamis (2/4/2026) ANTARA/M Riezko Bima Elko Pras (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Pemerintah terus memperbarui sistem peringatan dini bencana dalam empat tahun terakhir, khususnya untuk menghadapi gempa bumi dan tsunami. Komitmen ini merupakan upaya memperkuat dan memperluas jangkauan sistem peringatan dini mengingat tingginya risiko bencana geologi di Indonesia.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menegaskan peningkatan kapasitas peringatan dini menjadi prioritas pemerintah pusat bersama lembaga terkait, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Pemerintah pusat, BNPB dan BMKG di empat tahun terakhir ini sudah berusaha meningkatkan kemampuan peringatan dini terkait gempa bumi, tsunami,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis,  2 April 2026.

Ia pun menyatakan penguatan sistem ini tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan, tetapi juga diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur peringatan dini di daerah rawan bencana.

Baca Juga: BNPB Ungkap Dampak Gempa Bitung: Rumah Warga Rusak dari Ringan hingga Sedang

Contohnya, di Sulawesi Utara dan Maluku Utara yang baru saja diguncang gempa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah dilengkapi berbagai perangkat peringatan dini.

“Sekarang baik di Sulawesi Utara dan di Maluku Utara, masing-masing BPBD sudah dilengkapi dengan alat-alat peringatan dini yang teknologi oleh BMKG di sepanjang laut atau pantai-pantai, dan BNPB juga sudah membangun pusat pengendalian operasi dan sirine-sirine,” jelasnya.

Efektivitas sistem tersebut teruji saat gempa terjadi pada Kamis pagi hari. Suharyanto mengaku langsung memantau perkembangan di lapangan melalui laporan BPBD.

Baca Juga: Gempa Bumi M 7,6 Guncang Bitung Sulut, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

“Terjadinya gempa tadi pagi ini saya monitor. Dan laporan dari Kalaksa BPBD, baik Sulawesi Utara dan Maluku Utara ini sirinenya berbunyi, sehingga paling tidak masyarakat bisa mendapatkan informasi awal tentang terjadinya bencana gempa bumi, bahkan ada potensi tsunami,” tuturnya.

Suharyanto menilai berfungsinya sirine peringatan dini menjadi indikator penting bahwa sistem mitigasi yang dibangun berfungsi dengan baik.

x|close