A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Perawat Viral Joget Saat Operasi di Aceh Minta Maaf, Akui Aksi Dilakukan Secara Spontan - Ntvnews.id

Perawat Viral Joget Saat Operasi di Aceh Minta Maaf, Akui Aksi Dilakukan Secara Spontan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Apr 2026, 13:30
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Pegawai RS di Aceh Joget Saat Operasi Pegawai RS di Aceh Joget Saat Operasi (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Viralnya sebuah video dari ruang operasi di RSUD Datu Beru, Takengon, Aceh Tengah, memicu gelombang reaksi publik. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang tenaga kesehatan yang berjoget di tengah berlangsungnya tindakan medis. Aksi itu langsung menuai sorotan tajam karena dianggap mencederai etika profesi dan standar pelayanan kesehatan.

Sosok dalam video diketahui merupakan perawat berinisial RA, atau Riga Septian Bahri, yang bertugas di ruang bedah rumah sakit tersebut. Konten itu pertama kali beredar melalui akun TikTok dan dengan cepat menyebar luas, memancing kritik keras dari warganet yang menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan dalam situasi krusial seperti operasi.

Dalam video yang beredar, Riga terlihat menari mengikuti musik DJ, sementara di saat bersamaan tiga dokter tengah fokus menjalankan prosedur pembedahan pada pasien. Perbedaan situasi yang kontras ini memperkuat persepsi publik bahwa tindakan tersebut tidak profesional dan berpotensi mengganggu jalannya operasi.

Direktur RSUD Datu Beru, dr. Gusnarwin, menyampaikan kekecewaan mendalam atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan itu termasuk pelanggaran serius terhadap disiplin kerja dan etika profesi tenaga medis.

Baca Juga: Viral Pegawai RS Aceh Joget Saat Operasi, Manajemen Lapor BKPSDM

"Menindaklanjuti hal tersebut, kami telah melakukan rapat internal dan memanggil yang bersangkutan. Kami juga akan melaporkan permasalahan ini kepada BKPSDM Aceh Tengah agar saudara RA dapat diproses sesuai aturan kepegawaian," ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Pihak rumah sakit juga menegaskan sikap tegas bahwa perilaku yang berpotensi merusak reputasi institusi, terlebih dalam kondisi yang menyangkut keselamatan pasien, tidak akan ditoleransi. Manajemen menilai insiden ini sebagai bentuk kelalaian yang serius.

Hasil penelusuran internal menunjukkan bahwa aksi tersebut dilakukan secara spontan oleh Riga. Ia bahkan membawa pengeras suara ke dalam ruang operasi. Dalam rekaman itu, ia juga tampak mengalungkan botol infus di leher sambil terus berjoget. Tingkah tersebut sempat memancing reaksi dari dokter yang sedang bertugas, terlihat dari gestur heran hingga gelengan kepala.

Di tengah derasnya kritik, Riga akhirnya muncul ke publik menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf. Dalam pernyataannya, ia mengakui kesalahan dan menyebut tindakannya murni inisiatif pribadi tanpa maksud tertentu.

"Saya Riga Septian Bahri perawat kamar operasi, terkait video viral joget-joget itu spontan dari saya sendiri. Tidak ada maksud politik dan menyindir siapa pun," ucap Riga.

Baca Juga: Kajari Karo Minta Maaf, Komisi III DPR Desak Pencopotan Usai Kasus Amsal Sitepu

Dengan gestur kedua tangan dirapatkan, ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak rumah sakit dan masyarakat luas yang merasa terganggu. Ia juga berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya di masa mendatang.

Meski demikian, proses penegakan disiplin tetap berjalan. Pihak rumah sakit telah menyerahkan penanganan kasus ini kepada BKPSDM Aceh Tengah untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
"Dia itu inisiatif sendiri. Sebagai instansi, kami tidak terima, tidak ditoleransi. Kami anggap ini kelalaian dan sudah kami diskusikan dengan atasan untuk diberikan hukuman," tegas Gusnarwin.

Manajemen RSUD berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh tenaga kesehatan agar selalu menjaga profesionalisme, integritas, serta kepercayaan publik, khususnya dalam memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.

x|close