Ntvnews.id, Beirut - Sebuah rumah sakit di kota pesisir Tyre, Lebanon, mengalami kerusakan akibat serangan udara Israel yang menghantam bangunan di sekitarnya. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 11 orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Dilansir dari AFP, Minggu, 5 April 2026, direktur Rumah Sakit Lebanon-Italia menyampaikan kepada National News Agency (NNA) bahwa fasilitas kesehatan tersebut akan tetap beroperasi meski mengalami kerusakan.
"tetap buka untuk memberikan perawatan medis yang diperlukan"
Serangan tersebut menghancurkan dua bangunan di sekitar rumah sakit, menyebabkan kaca jendela pecah serta plafon bangunan ambruk, menurut pihak manajemen rumah sakit.
Baca Juga: Menlu: Negara Berduka, Tiga Kusuma Bangsa Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
Pada hari yang sama, serangkaian serangan juga dilaporkan mengguncang wilayah Tyre, termasuk serangan di area pelabuhan yang menghantam sebuah perahu kecil dan merusak kapal lain yang tengah berlabuh di sekitarnya.
Israel diketahui terus melancarkan serangan udara ke Lebanon serta melakukan operasi darat di wilayah selatan sejak 2 Maret, setelah kelompok milisi Hizbullah terlibat dalam konflik kawasan untuk mendukung Iran.
Kehancuran akibat serangan tentara Israel di bagian selatan Beirut, Lebanon pada 12 Maret 2026. ANTARA/Anadolu/Houssam Shbaro/pri. (Antara)
Akibat situasi tersebut, puluhan ribu warga telah meninggalkan Tyre. Namun, sekitar 20.000 orang dilaporkan masih bertahan, termasuk 15.000 pengungsi dari desa-desa sekitar. Otoritas Israel juga telah mengeluarkan peringatan evakuasi yang mencakup sebagian besar wilayah Tyre dan Lebanon selatan.
Selain itu, NNA melaporkan bahwa pasukan Israel menculik seorang pria di wilayah Shebaa, dekat perbatasan Israel di Lebanon timur, sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
Asap mengepul di atas wilayah Dahieh di Beirut, Lebanon setelah pasukan Israel melakukan serangkaian serangan udara di distrik tersebut pada 11 Maret 2026. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri. (Antara)