Ntvnews.id, Taheran - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan negaranya terbuka untuk menjalin diplomasi bilateral dengan negara-negara tetangga, dengan sejumlah syarat tertentu.
Pernyataan tersebut disampaikan Ghalibaf dalam wawancara dengan Al Jazeera Arabic, sebagaimana dilansir dari Al Jazeera, Minggu, 5 April 2026.
Dalam keterangannya, Ghalibaf menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kawasan demi kepentingan bersama negara-negara di dalamnya. Ia menyebut keamanan berkelanjutan sebagai prioritas utama bagi Iran.
"Negara-negara di kawasan dapat menjamin kepentingan mereka melalui perjanjian keamanan bilateral dan multilateral tanpa campur tangan asing," tegas Ghalibaf dalam pernyataannya.
Baca Juga: Menlu: Negara Berduka, Tiga Kusuma Bangsa Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
Ia juga menekankan bahwa sumber utama ketidakstabilan harus dihilangkan, "dan keamanan harus dibangun tanpa keterlibatan AS dan Israel," tambahnya.
Selain itu, Ghalibaf menyatakan bahwa Iran telah siap menghadapi konfrontasi dan menunjukkan kemampuannya dalam mempertahankan diri.
"Perang ini adalah perangnya Israel, dan kerusakan keamanan serta kerugian yang ditimbulkannya telah berdampak pada dunia," ujar Ghalibaf.
Lebih lanjut, Iran mengaku terpaksa menargetkan pangkalan serta kepentingan Amerika Serikat di kawasan sebagai langkah mempertahankan kedaulatan negara.
"Eskalasi ketegangan terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang tegas dan luas terhadap kepentingan AS di kawasan tersebut," tandasnya.
Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf. ANTARA/Anadolu/aa. (Antara)