Ntvnews.id
Pernyataan tersebut disampaikan saat ia mengunjungi prajurit dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit St. George, Beirut, Lebanon, setelah menjadi korban serangan dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon.
"Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan kepada seluruh personel serta berperan aktif dalam mendukung upaya pemeliharaan perdamaian dunia melalui pengiriman Pasukan Garuda,” kata Mayjen Iwan, menurut keterangan tertulis Pusat Informasi PBB (UNIC) di Indonesia, dikonfirmasi Minggu, 5 April 2026.
Baca Juga: Momen Haru Prabowo Peluk dan Cium Putra Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Kunjungan tersebut berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026 waktu setempat. Dalam kesempatan itu, Mayjen Iwan menjenguk tiga prajurit yang masih dirawat, yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, Praka Rico Pramudia, dan Praka Deni Rianto.
Selain menjenguk, ia juga memberikan dukungan moral serta doa agar para prajurit segera pulih dari cedera yang dialami selama menjalankan tugas.
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh Duta Besar RI untuk Lebanon Dicky Kumar, DCO Seceast UNIFIL Kolonel Inf. A. Juni Toa, serta Dirbinops PMPP TNI Kolonel Inf. Untung Prayitno.
Kehadiran langsung pimpinan TNI tersebut menjadi bentuk nyata perhatian negara terhadap prajurit yang bertugas di wilayah konflik, sekaligus memastikan kondisi mereka tetap terpantau.
Selain tiga prajurit yang dikunjungi, terdapat dua personel lainnya yang juga mengalami luka akibat insiden keamanan dalam misi UNIFIL pekan sebelumnya, yakni Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan.
Baca Juga: Prabowo Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kecam Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian
Dalam rangkaian peristiwa tersebut, Indonesia juga kehilangan tiga prajurit terbaiknya, yaitu Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat tembakan artileri pada Minggu, 29 Maret 2026, serta Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan yang gugur saat konvoi yang mereka kawal diserang pada Senin, 30 Maret 2026.
Pemerintah Indonesia menyatakan kecaman keras terhadap serangan yang menimpa personel UNIFIL tersebut, serta mendesak dilakukannya investigasi secara menyeluruh.
Selain itu, Indonesia juga mendorong agar Dewan Keamanan PBB menggelar sidang luar biasa guna membahas insiden tersebut.
(Sumber: Antara)
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan (kiri) menjenguk seorang personel penjaga perdamaian yang dirawat di Rumah Sakit St. George, Beirut, Lebanon, Sabtu (4/4/2026). ANTARA/HO-PMPP TNI via UNIC Indonesia/aa. (Antara)