Ntvnews.id, Taheran - Serangan udara dilaporkan mengguncang sejumlah fasilitas petrokimia di wilayah barat daya Iran pada Sabtu, 4 April 2026. Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya lima orang tewas dan sekitar 170 lainnya mengalami luka-luka.
Dilansir dari Anadolu, Minggu, 5 April 2026, serangan terjadi di kawasan Zona Ekonomi Khusus Mahshahr serta Bandar Imam yang berada di Provinsi Khuzestan. Beberapa fasilitas energi dilaporkan terdampak, di antaranya kompleks petrokimia Fajr, Rejal, dan Bandar Imam, dengan ledakan terjadi di sejumlah titik.
Pihak berwenang setempat menyebut kompleks Bandar Imam mengalami kerusakan pada infrastruktur, sementara fasilitas Amir-Kabir dilaporkan tidak terkena dampak. Mayoritas korban luka telah memperoleh penanganan medis, dengan banyak di antaranya hanya menjalani perawatan rawat jalan.
Baca Juga: TNI Jamin Keselamatan Pasukan Garuda di Lebanon
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik sejak akhir Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran.
Menurut otoritas Iran, konflik yang berlangsung telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menyasar Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Selain itu, Iran juga memperketat pengawasan di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, seiring meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Ilustrasi Fasilitas Nuklir Iran yang diserang oleh AS dan Israel (Antara)