Iran: Selat Hormuz Dibuka Jika Pendapatan Digunakan untuk Ganti Rugi Perang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Apr 2026, 14:50
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi negara Iran. /ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi negara Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id

, Istanbul - Pemerintah Iran melalui Kantor Presiden menyatakan bahwa Selat Hormuz hanya akan kembali dibuka untuk aktivitas pelayaran apabila sebagian pendapatan dari jalur tersebut dialokasikan untuk menutupi kerugian akibat perang.

“Selat Hormuz akan dibuka kembali hanya jika sebagian pendapatan transit digunakan untuk mengompensasi seluruh kerusakan akibat perang yang dipaksakan,” kata Mehdi Tabatabai, Wakil Bidang Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, dalam pernyataan di platform media sosial X.

Dalam pernyataan yang sama, Tabatabai juga melontarkan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Ia menilai Trump mengeluarkan pernyataan yang tidak rasional karena dipicu oleh rasa frustrasi dan kemarahan, serta menuduhnya sebagai pihak yang memicu konflik berskala besar di kawasan.

Baca Juga: Trump Ngamuk, Ancam Jadikan Iran Neraka Jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Tabatabai menyebut Trump “melontarkan hinaan dan pernyataan tidak masuk akal karena putus asa dan marah,” serta menuduhnya “memulai perang skala penuh di kawasan dan tetap membanggakannya.”

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar Israel serta sejumlah negara di kawasan, seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Baca Juga: Anwar Ibrahim Ungkap Diplomasi dengan Iran Berhasil Bebaskan Kapal Malaysia di Selat Hormuz

Selain itu, Iran juga memberlakukan pembatasan terhadap pergerakan kapal yang melintasi Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital perdagangan energi global.

(Sumber: Antara)

x|close