Ntvnews.id, Jakarta -
Sebagian besar warga sebelumnya telah dipindahkan ke sejumlah rumah susun (rusun) yang tersedia di wilayah Jakarta sebagai bagian dari program relokasi.
Proses pembongkaran dilakukan dengan melibatkan alat berat berupa ekskavator serta dukungan personel gabungan.
Di lokasi terlihat bangunan-bangunan dihancurkan satu per satu, sementara sisa material dari pembongkaran sebelumnya seperti asbes, kayu, dan triplek masih berserakan.
Baca Juga: Bukan Relokasi, Pedagang Pasar Barito Sebut Pemprov Lakukan Penggusuran Paksa
Meski telah direlokasi, sejumlah barang milik warga masih terlihat tersimpan di beberapa sudut lokasi.
Para pemiliknya tampak berjaga di sekitar barang-barang tersebut sambil menyaksikan tempat tinggal yang telah mereka huni selama bertahun-tahun diratakan. Suasana haru pun tak terhindarkan ketika bangunan yang tersisa mulai roboh.
Sebelum pembongkaran total dilakukan, tercatat masih ada 11 kepala keluarga (KK) yang bertahan di lokasi hingga Rabu, 1 April 2026. Mereka diminta untuk segera mengikuti relokasi atau mengosongkan tempat tinggal secara mandiri.
"Yang saat ini masih ada 11 KK, ya tentu saya akan minta petunjuk pimpinan. Saya akan bekerja sesuai arahan ya. Karena memang SP1, SP2 dan SP3 sudah ada, tentunya ya jika instruksi dari wali kota, kami akan melakukan tindakan pengosongan," ucap Lurah Kamal, Edy Sukarya, Rabu, 1 April 2026.
Baca Juga: Ribuan Warga Palestina Tercanam Digusur oleh Proyek Zionis, Apa Itu?
Pihak kelurahan juga memastikan bahwa warga yang belum pindah masih diberikan kesempatan untuk mengikuti program relokasi ke rusun yang telah disediakan.
"Kita sekarang ini dari sekarang kita kasih waktu dulu. Mereka yang sudah pindah relokasi mandiri atau yang masih menduduki lahan, 'Eh saya mau relokasi ke rumah susun', masih kita kasih kesempatan, masih bisa," kata Edy.
Dalam mendukung proses pengosongan lahan secara humanis, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) disiagakan selama 24 jam penuh.
Armada pengangkut juga turut disiapkan untuk membantu warga yang melakukan relokasi secara mandiri.
Edy menambahkan bahwa sebagian warga sudah mulai membongkar rumahnya sendiri secara bertahap untuk mengambil material bangunan yang masih memiliki nilai jual, seperti kayu.
(Sumber: Antara)
Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menggunakan alat berat untuk membongkar sisa permukiman warga di kawasan RT 02 RW 07 Kamal, Kalideres, Senin (6/4/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi (Antara)