Ntvnews.id,
"Saya akan katakan itu adalah prioritas yang sangat besar," ujar Trump saat ditanya apakah pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut termasuk dalam konsesi yang diharapkan Washington dari Teheran dalam sebuah kesepakatan.
Ketegangan antara kedua pihak meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran.
Baca Juga: Kepala Intelijen IRGC Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Tak Melemah
Serangan tersebut menimbulkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta menargetkan fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Situasi yang semakin memanas berdampak langsung pada jalur distribusi energi global.
Ketegangan di sekitar Iran memicu blokade de facto di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke berbagai pasar dunia.
Baca Juga: Khawatir Kembali Diserang, Iran Tolak Gencatan Senjata dengan AS
Blokade tersebut turut mengganggu aktivitas ekspor dan produksi minyak di kawasan, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga energi secara global.
(Sumber: Antara)
Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/Kyle Mazza/pri.) (Antara)