Ntvnews.id
Dalam pernyataan tertulis, Khamenei memberikan penghormatan kepada Majid Khademi, Kepala Organisasi Perlindungan Intelijen IRGC, atas pengabdiannya selama puluhan tahun di bidang keamanan dan pertahanan.
Ia menilai Khademi telah berperan dalam berbagai operasi strategis yang bersifat tertutup.
Baca Juga: Laporan Intelijen Klaim Mojtaba Khamenei Dalam Kondisi Kritis di Qom
Khamenei juga menuding Israel dan Amerika Serikat menggunakan cara-cara “terorisme dan pembunuhan” setelah mengalami “kekalahan beruntun.” Khademi dilaporkan tewas dalam serangan udara di Teheran pada Senin, 6 April 2026, yang diklaim dilakukan oleh Israel.
Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Khademi, Khamenei juga menyampaikan penghormatan kepada jajaran komandan di lingkungan intelijen IRGC.
Khademi sendiri baru menjabat sebagai kepala organisasi intelijen sejak Juni 2025, menggantikan Mohammad Kazemi yang tewas dalam konflik sebelumnya antara Iran dan Israel.
Sebelum itu, ia menjabat sebagai kepala Organisasi Perlindungan Intelijen IRGC.
Baca Juga: Cek Fakta: Foto Mojtaba Khamenei Terluka Parah di Rumah Sakit Akibat Serangan AS-Israel Tidak Benar
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari 2026, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran yang menewaskan pemimpin sebelumnya, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat militer dan warga sipil.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Pernyataan terbaru dari Khamenei menegaskan bahwa meskipun menghadapi tekanan dan serangan, Iran tetap berkomitmen melanjutkan kebijakan dan arah strategisnya.
(Sumber: Antara)
Arsip - Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)