Masjid Al-Aqsa Dibuka Kembali Usai Ditutup 40 Hari

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Apr 2026, 14:20
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Umat ​​Islam Palestina berkumpul untuk memasuki Masjid Al-Aqsa saat dibuka kembali untuk ibadah di Kota Tua Yerusalem Timur, Kamis (9/4/2026). (ANTARA FOTO/Anadolu Agency/Mostafa Alkharouf/nym) Umat ​​Islam Palestina berkumpul untuk memasuki Masjid Al-Aqsa saat dibuka kembali untuk ibadah di Kota Tua Yerusalem Timur, Kamis (9/4/2026). (ANTARA FOTO/Anadolu Agency/Mostafa Alkharouf/nym) (Antara)

Ntvnews.id

Istanbul -  Masjid Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur kembali dibuka untuk jemaah muslim pada Kamis, setelah sebelumnya ditutup selama 40 hari oleh otoritas Israel di tengah eskalasi konflik regional.

Berdasarkan laporan koresponden Anadolu, masjid yang berada di kawasan Kota Tua itu mulai dibuka saat waktu subuh, memungkinkan ratusan warga Palestina memasuki kompleks suci Al-Haram al-Sharif.

Saat pintu gerbang dibuka diiringi azan subuh, suasana haru menyelimuti area tersebut.

Baca Juga: Menilik Alasan Israel Sangat Ingin Kuasai Masjid Al Aqsa

Sejumlah jemaah tampak meneteskan air mata, sementara lainnya melakukan sujud syukur sebagai bentuk rasa syukur atas dibukanya kembali akses ibadah.

Ratusan muslim kemudian melaksanakan salat subuh berjamaah, yang menjadi ibadah pertama sejak penutupan diberlakukan.

Sebelumnya, pada Minggu, 6 April 2026, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir diketahui memasuki kompleks tersebut saat masih dalam kondisi tertutup.

Penutupan penuh Masjid Al-Aqsa telah dilakukan sejak 28 Februari 2026, bertepatan dengan serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Baca Juga: 8 Menlu di Seluruh Dunia Kecam Keras Pembatasan Ibadah oleh Israel di Yerusalem

Selama periode tersebut, otoritas Israel hanya memberikan akses terbatas kepada staf masjid dan pejabat Wakaf Islam Yerusalem untuk beribadah, sementara warga Palestina lainnya tidak diizinkan masuk dan harus beribadah di masjid-masjid kecil di sekitar kota.

Selain itu, pelaksanaan salat Idul Fitri 2026 di Masjid Al-Aqsa juga dilarang, yang menjadi pembatasan pertama sejak pendudukan Yerusalem Timur oleh Israel pada 1967.

Tak hanya itu, otoritas Israel juga menutup Gereja Makam Kudus, salah satu situs suci umat Kristen di Yerusalem, selama periode yang sama.

Meski pemerintah Israel telah memperpanjang status darurat hingga pertengahan April, belum ada kejelasan apakah pembatasan serupa akan kembali diberlakukan ke depannya.

(Sumber Antara)

x|close