Lebanon Tetapkan Hari Berkabung Nasional Usai Serangan Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Apr 2026, 19:28
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Foto yang diambil pada 6 April 2026 menunjukkan dampak serangan udara Israel di daerah Jnah di Beirut, Lebanon. Empat orang tewas dan sekitar 39 lainnya terluka dalam serangan udara Israel di daerah Jnah di pinggiran selatan Beirut pada hari Minggu, dekat Rumah Sakit Rafic Hariri Beirut, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. (ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich) Foto yang diambil pada 6 April 2026 menunjukkan dampak serangan udara Israel di daerah Jnah di Beirut, Lebanon. Empat orang tewas dan sekitar 39 lainnya terluka dalam serangan udara Israel di daerah Jnah di pinggiran selatan Beirut pada hari Minggu, dekat Rumah Sakit Rafic Hariri Beirut, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. (ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich) (Antara)

Ntvnews.id

Beirut - Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam pada Rabu, 8 April 2026, mengumumkan bahwa Kamis, 9 April 2026 akan ditetapkan sebagai hari berkabung nasional bagi para korban yang tewas dan terluka akibat serangan Israel yang menargetkan ratusan warga sipil.

Dalam pernyataannya, Nawaf Salam menyebutkan bahwa seluruh administrasi publik, institusi, dan pemerintah kota akan ditutup.

Baca Juga: Trump Tegaskan Konflik Lebanon Tak Masuk Kesepakatan Gencatan Senjata AS-Iran

Selain itu, bendera nasional akan dikibarkan setengah tiang, serta siaran radio dan televisi akan disesuaikan untuk mencerminkan suasana berkabung nasional.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Lebanon terus menjalin komunikasi dengan para pemimpin negara-negara Arab serta pejabat internasional guna memperkuat upaya politik dan diplomatik dalam menghentikan serangan Israel.

Baca Juga: Trump Sebut Konflik Lebanon Terpisah dari Gencatan Senjata AS-Iran

Hingga saat ini, serangan yang terjadi pada Rabu, 8 April 2026 di berbagai wilayah Lebanon telah menyebabkan sedikitnya 254 orang meninggal dunia dan 1.165 lainnya mengalami luka-luka.

Kawasan padat penduduk di ibu kota Beirut menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak, berdasarkan data terbaru dari Badan Pertahanan Sipil Lebanon.

(Sumber: Antara)

x|close