Ntvnews.id, Istanbul - Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif melontarkan kritik keras terhadap Israel di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut tindakan militer Israel sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan yang terus berlangsung.
"Israel adalah penjahat dan merupakan kutukan bagi kemanusiaan. Ketika perundingan perdamaian berlangsung di Islamabad, genosida masih berlanjut di Lebanon," kata Asif melalui platform X.
Asif menilai serangan Israel tidak hanya menyasar satu wilayah, melainkan meluas hingga menimbulkan korban sipil di berbagai kawasan, termasuk Gaza, Iran, dan Lebanon.
"Rakyat sipil tak berdosa terus dibunuh oleh Israel di Gaza, kemudian Iran, dan kini Lebanon," kata dia.
"Pertumpahan darah tak kunjung berhenti," ucap Menhan Pakistan itu.
Ia juga mengutuk pihak-pihak yang berada di balik berdirinya Israel di wilayah Palestina, dengan pernyataan keras.
Baca Juga: Rusia Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Desak Masuk dalam Kesepakatan Gencatan Senjata
"Pertumpahan darah tak kunjung berhenti," ucap Menhan Pakistan itu.
Asif juga mengutuk siapapun yang menciptakan Israel di tanah Palestina, menyebut mereka akan terbakar di neraka.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya intensitas serangan Israel ke Lebanon, meskipun upaya diplomatik sedang berlangsung setelah tercapainya gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran dengan Pakistan sebagai mediator.
Terkait cakupan kesepakatan tersebut, Islamabad dan Teheran memandang bahwa gencatan senjata juga mencakup Lebanon. Namun, pandangan ini tidak sejalan dengan posisi Washington dan Tel Aviv yang menolak memasukkan Lebanon dalam kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Pakistan-China Bahas Konflik Timur Tengah
Sejak Rabu, 8 April 2026, serangan Israel ke Lebanon dilaporkan semakin meningkat. Otoritas pertahanan sipil Lebanon mencatat sedikitnya 303 orang tewas dan 1.150 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa sejak 2 Maret, eskalasi serangan Israel telah menyebabkan total 1.888 korban jiwa dan 6.092 orang terluka.
(Sumber: Antara)
Tim darurat bekerja di lokasi kejadian di mana asap mengepul dari lokasi yang menjadi sasaran setelah serangan serentak Israel di seluruh Lebanon, di Beirut pada 8 April 2026. (ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri.) (Antara)