Infografik: Ghost in the Cell Tembus 86 Negara, Film Indonesia Mendunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 08:24
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Film Indonesia Film Indonesia (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - 

Film Indonesia berjudul Ghost in the Cell sukses menembus pasar global dan dipastikan tayang di 86 negara.

Film karya sutradara Joko Anwar ini juga dijadwalkan mulai tayang di bioskop Tanah Air pada 16 April 2026, menandai pencapaian besar industri perfilman nasional di kancah internasional.

Film bergenre komedi horor ini diproduksi oleh Come and See Pictures, Rapi Films, Barunson E&A, dan Legacy Pictures.

Dibintangi oleh sejumlah aktor ternama seperti Abimana Aryasatya, Alamanzо Konoralma, dan Aming Sugandhi, film ini mengangkat kisah unik yang berlatar di sebuah lembaga pemasyarakatan.

Dalam ceritanya, narapidana di Lapas Labuhan Angsana harus menghadapi teror hantu yang membunuh penghuni penjara, sehingga mereka berlomba-lomba melakukan kebaikan demi melawan energi negatif tersebut.

Baca Juga: Film 'Pengepungan di Bukit Duri' Jadi Kolaborasi Perdana Joko Anwar dan PH Hollywood Amazon

Keberhasilan film ini menembus pasar global juga ditandai dengan penayangannya di berbagai kawasan, mulai dari Amerika Serikat, Kanada, dan Brasil, hingga negara-negara Eropa seperti Jerman, Inggris, dan Prancis.

Selain itu, film ini juga akan tayang di wilayah Afrika seperti Angola dan Mozambik, serta sejumlah negara Asia termasuk India, Kazakhstan, Pakistan, hingga kawasan Asia Tenggara.

Sebelumnya, Ghost in the Cell telah diputar perdana di ajang Bergengsi Berlinale Berlin International Film Festival 2026 pada 12–22 Februari 2026.

Film ini juga mengangkat isu sosial terkait kondisi Indonesia saat ini, yang telah dikembangkan sejak 2017.

Proses produksinya turut melibatkan ilustrator kelas dunia yang pernah mengerjakan proyek besar seperti DC dan Marvel.

Baca Juga: Film Komedi Joko Anwar Ghost in The Cell Dibintangi Abimana Aryasatya

Sutradara Joko Anwar menegaskan bahwa film ini tidak sekadar menyajikan hiburan.

“Walaupun ini adalah film yang gampang dinikmati karena bergenre komedi horor, ini adalah film tentang kekuasaan. Tentang sistem yang korup. Tentang orang-orang kecil yang terjebak di dalamnya,” ujarnya.

 Berikut Infografiknya: 

Film Indonesia  <b>(Antara)</b> Film Indonesia (Antara)

x|close