Kabut Asap Selimuti Metro Manila Akibat Kebakaran TPA

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 16:28
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Asap mengepul dari kobaran api di tempat pembuangan sampah di Kota Navotas, Filipina, 11 April 2026. Metro Manila diselimuti kabut tebal selama beberapa hari akibat kebakaran tempat pembuangan sampah, lapor media lokal pada hari Minggu. Kebakaran terjadi pada 10 April di Kota Navotas, menyebarkan asap ke beberapa kota dan sangat memengaruhi kualitas udara. Pembacaan Indeks Kualitas Udara (AQI) pada hari Sabtu mengklasifikasikan kondisi udara sebagai Asap mengepul dari kobaran api di tempat pembuangan sampah di Kota Navotas, Filipina, 11 April 2026. Metro Manila diselimuti kabut tebal selama beberapa hari akibat kebakaran tempat pembuangan sampah, lapor media lokal pada hari Minggu. Kebakaran terjadi pada 10 April di Kota Navotas, menyebarkan asap ke beberapa kota dan sangat memengaruhi kualitas udara. Pembacaan Indeks Kualitas Udara (AQI) pada hari Sabtu mengklasifikasikan kondisi udara sebagai (Antara)

Ntvnews.id, Manila - Sejumlah wilayah di Metro Manila, Filipina, dilaporkan tertutup kabut asap tebal selama beberapa hari terakhir akibat kebakaran yang terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA). Peristiwa tersebut bermula pada 10 April di Navotas City dan berdampak luas terhadap kualitas udara di kawasan sekitarnya.

Asap dari kebakaran itu menyebar ke berbagai kota dan menyebabkan penurunan kualitas udara secara signifikan. Berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) pada Sabtu, 11 April 2026, kondisi udara di sejumlah wilayah berada pada kategori "tidak sehat" hingga "sangat tidak sehat".

Baca Juga: Kebakaran Hantam Rumah-rumah Warga di Sukaraja Bogor

Menanggapi situasi tersebut, pemerintah daerah di Metro Manila, termasuk Quezon City, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Warga diminta tetap berada di dalam rumah, menggunakan alat penyaring udara, atau mengenakan masker N95 guna mengurangi risiko paparan asap.

Pihak berwenang juga mengingatkan bahwa paparan asap dalam jangka panjang berpotensi membahayakan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita gangguan pernapasan.

Sementara itu, Kantor Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Navotas City menyatakan bahwa TPA tersebut bukan lagi berada di bawah pengelolaan pemerintah setempat karena operasionalnya telah dihentikan sejak Agustus 2025. Kebakaran yang terjadi saat ini disebut berasal dari tumpukan limbah, dan penyebabnya masih dalam proses penyelidikan.

Baca Juga: Pabrik Kasur di Bogor Kebakaran Hebat

Otoritas setempat memastikan bahwa api telah berhasil dikendalikan pada Minggu. Namun, lokasi TPA yang berada di pulau lepas pantai Navotas City sempat menyulitkan proses pemadaman. Durasi kabut asap yang menyelimuti wilayah Metro Manila diperkirakan bergantung pada kondisi kebakaran dan faktor cuaca.

(Sumber: Antara)

x|close