NasDem Tanggapi Isu Merger dengan Gerindra, Saan: Wacana Politik yang Wajar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 17:40
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Ketua DPP NasDem, Saan Mustopa. (ANTARA/HO-NasDem) Wakil Ketua DPP NasDem, Saan Mustopa. (ANTARA/HO-NasDem) (Antara)


Ntvnews.id

, Jakarta - Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Saan Mustopa menanggapi isu peleburan partainya dengan Partai Gerindra dengan menyebut bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang lazim dalam dinamika politik nasional.

“Ini juga saya baru, kaget juga, ya, mencuat terkait dengan soal isu fusi. Dalam bahasa politik itu kan fusi, ya, bukan merger. Bukan akuisisi, (melainkan) fusi, Gerindra-NasDem,” kata Saan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Menurutnya, sebagai sebuah wacana, fusi atau penggabungan partai politik bukanlah hal yang asing.

“Kita dulu tahun '73 kan juga ada fusi. Dari sekian banyak partai menjadi tiga partai. Dan sebagai sebuah ide, sebagai sebuah gagasan, tentu dipertimbangkan atau dipikirkan kan menjadi hal yang biasa,” ujarnya.

Baca Juga: Setelah Surya Paloh, Zulhas dan Saan Mustopa Merapat ke Kantor Prabowo di Kemhan

Ia menjelaskan bahwa untuk merealisasikan wacana tersebut, diperlukan berbagai pertimbangan penting, terutama terkait identitas dan eksistensi masing-masing partai. Hal ini karena setiap partai didirikan dengan latar belakang ideologi yang berbeda.

“Ketika misalnya rencana atau ada wacana terkait dengan fusi, faktor itu juga kan perlu harus kita pertimbangkan. Ideologi, identitas, eksistensi masing-masing partai dengan semangat, motivasi, dan filosofi membangun partai masing-masing,” kata dia.

“Jadi, sekali lagi, sebagai sebuah ide atau wacana, ya, atau gagasan, itu hal yang biasa saja, tapi ketika kita mau wujudkan, banyak hal yang harus dipikirkan, harus didiskusikan, harus direncanakan,” katanya.

Namun demikian, Saan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan khusus di internal Partai NasDem terkait wacana fusi tersebut.

"Karena kita sekarang masih fokus mengkonsolidasikan internal kita,” katanya.

Di sisi lain, ia mengaku belum mengetahui secara rinci mengenai pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang sempat dikaitkan dengan isu merger.

“Saya tidak tahu persis terkait dengan soal pertemuan, apalagi terkait dengan substansi dari pertemuan tersebut apa saja yang dibicarakan,” ucap Saan.

Baca Juga: Surya Paloh: Usulan Parliamentary Threshold Digodok di DPR, NasDem Masih Pegang Angka 7 Persen

Menurutnya, pertemuan antara Surya Paloh dan Prabowo merupakan hal yang wajar mengingat Partai NasDem merupakan bagian dari koalisi pemerintah.

Ia menambahkan bahwa komunikasi politik, termasuk dalam bentuk pertemuan atau silaturahmi, merupakan langkah umum yang dilakukan antar pimpinan partai untuk mendukung jalannya program pemerintah.

“Karena itu, untuk bisa memaksimalkan dukungan NasDem terhadap pemerintah, maka yang namanya komunikasi dalam bentuk silaturahmi atau pertemuan itu hal yang lazim dilakukan antara pimpinan partai koalisi dengan Presiden,” kata dia.

(Sumber: Antara)

x|close