Ntvnews.id, Yerusalem - Kelompok perlawanan Palestina Hamas menyerukan kepada komunitas internasional agar mengambil tindakan nyata untuk menghentikan berulangnya aksi pemukim Israel yang memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu, 12 April 2026, juru bicara Hamas Hazem Qassem menyebut tindakan berulang Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan keras Itamar Ben-Gvir mencerminkan niat sebenarnya otoritas pendudukan untuk membagi situs suci tersebut baik secara waktu maupun ruang.
Dikutip dari PressTV, Selasa, 14 April 2026, ia mendesak dunia internasional agar “memikul tanggung jawabnya” dalam merespons pelanggaran yang terus terjadi terhadap Masjid Al-Aqsa di wilayah Yerusalem Timur yang saat ini berada di bawah pendudukan.
Qassem juga meminta negara-negara serta organisasi internasional meningkatkan tekanan agar Israel menghentikan tindakan penodaan terhadap Al-Aqsa, sekaligus menolak rencana “Yudaisasi” di seluruh wilayah Yerusalem yang diduduki.
Baca Juga: Menteri Israel Paksa Masuk Kompleks Al-Aqsa di Tengah Ketegangan
Ia menambahkan bahwa rangkaian kejadian tersebut merupakan “pelanggaran nyata terhadap kesucian Islam, provokasi terhadap perasaan umat Islam, dan pengabaian yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap sikap resmi maupun publik negara-negara Arab.”
Dalam insiden terbaru, Ben-Gvir kembali memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem Timur pada Minggu. Ini menjadi kunjungan ketiganya sepanjang tahun ini ke lokasi yang dianggap suci ketiga bagi umat Islam.
Ia datang bersama rombongan pemukim Israel dengan pengawalan ketat aparat keamanan, serta melakukan ibadah Yahudi di area tersebut, yang tidak diperbolehkan bagi non-Muslim berdasarkan kesepakatan status quo sejak 1967.
Sejak menjabat pada 2022, Ben-Gvir dilaporkan telah setidaknya 16 kali memasuki kawasan tersebut sebagai bagian dari gerakan pemukim yang mendorong penguasaan Al-Aqsa. Ia juga secara terbuka menyuarakan keinginannya untuk membangun sinagoge Yahudi di lokasi itu.
Dalam sebuah video yang dirilis kantornya, Ben-Gvir mengatakan, “Hari ini, saya merasa seperti pemilik di sini,”
Ilustrasi - Pemandangan Masjid Al Aqsa dan bentangan kota Yerusalem. ANTARA/Anadolu/aa. (Antara)
Ia juga menambahkan, “Masih banyak yang harus dilakukan, banyak yang harus diperbaiki. Saya terus mendorong perdana menteri (Benjamin Netanyahu) untuk melakukan lebih banyak lagi,”
Presiden Mahmoud Abbas mengecam keras tindakan tersebut dan menilai intensitas pelanggaran semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebutnya sebagai pelanggaran terbuka terhadap status historis dan hukum situs suci tersebut.
Baca Juga: Imam Masjid Al-Aqsa Dilarang Israel Masuk Kompleks Masjid Selama Sepekan
Kementerian Luar Negeri Yordania juga mengkritik kunjungan Ben-Gvir, menilai hal itu melanggar kesepakatan status quo. Aksi tersebut disebut sebagai “penodaan kesucian, eskalasi yang patut dikecam, dan provokasi yang tidak dapat diterima.”
Sebelumnya, Israel menutup akses Masjid Al-Aqsa bagi warga Palestina selama 40 hari setelah serangan terhadap Iran pada 28 Februari bersama Amerika Serikat.
Pembatasan akses ke masjid tersebut juga kerap diberlakukan, terutama bagi jemaah Palestina. Tahun ini, otoritas Israel bahkan melarang pelaksanaan salat Idulfitri di Al-Aqsa, yang menjadi larangan pertama sejak pendudukan Yerusalem Timur pada 1967.
Umat ??Islam Palestina berkumpul untuk memasuki Masjid Al-Aqsa saat dibuka kembali untuk ibadah di Kota Tua Yerusalem Timur, Kamis (9/4/2026). (ANTARA FOTO/Anadolu Agency/Mostafa Alkharouf/nym) (Antara)