Ntvnews.id, Mesir - Rumah Zakat bersama Nusantara TV dan lembaga NGO lainnya yang tergabung dalam Indonesia for Palestine hadir dalam misi kemanusiaan. Mereka memanfaatkan momentum gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel dan Iran untuk menyalurkan bantuan bahan pokok dan kebutuhan warga Gaza yang menderita akibat perang.
Bantuan yang dibawa dari Jakarta telah tiba di Gudang Al Khair di wilayah Ten of Ramadan, Mesir untuk selanjutnya dibawa menggunakan truk ke Gaza.
Total bantuan kemanusiaan yang akan dikirimkan dari Mesir ada 24 truk. Untuk Rumah Zaka sendiri mengirimkan 5 truk food basket total 4.800 paket dan juga 4 truk hygen kit totalnya 3.840 paket dan satu truk selimut totalnya 1440 buah.
Reporter Nusantara TV Hasbyalloh yang ikut dalam misi kemanusiaan Indonesia for Palestine melaporkan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza dijadwalkan akan dikirim menggunakan 24 truk pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 14.30 waktu Mesir.
24 truk pembawa bantuan akan berkonvoi menuju wilayah Rafah yang merupakan perbatasan Mesir dan Palestina.
Rencananya bantuan yang diangkut menggunakan 24 truk tersebut akan dilepas secara resmi oleh Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso.
Jurnalis Nusantara TV Hasbyalloh melaporkan langsung dari Kota Ten of Ramadan, Mesir
Namun, ungkap Hasbyalloh, proses pengiriman bantuan kemanusiaan dalam misi Indonesia for Palestine kali ini tidak mudah lantaran adanya sejumlah hambatan. Selain terjadinya beberapa konflik di Timur Tengah, Israel juga disebut melakukan sejumlah pembatasan untuk penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza.
"Ada beberapa hambatan. Pihak Zionis Israel ini berkali-kali secara birokrasi, secara politik menghambat bantuan. Di bulan Februari mereka menyebutkan bahwa gerbang dibuka akan tetapi diberikan jam kapan dibuka, kapan ditutup tanpa memberitahu pihak Mesir. Namun propaganda yang terjadi dan masyarakat yang ketahui bahwa pihak Mesirlah yang melakukan pembatasan. Padahal pihak Zionislah yang melakukan pembatasan tersebut. Itu dikonfirmasi langsung kemarin oleh KBRI," tutur Hasbyalloh dalam laporan langsung dikutip dari YouTube Nusantara TV.
Baca juga: Rumah Zakat dan Nusantara TV Kirim Misi Kemanusiaan ke Gaza
"Jadi pihak Israel yang menentukan kapan bisa masuk, kapan tidak. Kadang mereka juga menutup jalur Rafah sehingga antreqn truk ini berkepanjangan sampai berkilo-kilometer," imbuhnya.
Hasby mengaku mendapatkan video dari KBRI yang memperlihatkan antrean panjang truk pembawa bantuan kemanusiaan ke Palestina. Akibatnya ketika truk-truk tersebut sampai di wilayah Palestina kebanyakan makanan-makanan sudah basi.
"Dan yang terakhir bahkan pihak Israel ini melarang makanan-makanan manis untuk diberikan kepada masyarakat Gaza. Alasannya itu bisa menambah energinya. Bayangkan betapa mereka picik sekali untuk menghalangi bantuan-bantuan yang masuk dari internasional. Baik itu dari Indonesia dan juga wilayah-wilayah lain yang mendukung kemerdekaan Palestina," ungkapnya.
Jurnalis Nusantara TV Hasbyalloh melaporkan langsung dari Kota Ten of Ramadan, Mesir
Hasby menyampaikan saat ini dia bersama tim relawan dari Rumah Zakat, para jurnalis dan influencer dalam Indonesia for Palestine berada di wilayah Ten of Ramadan yang berjarak 60 km dari kota Kairo.
Diperkirakan untuk bisa menjangkau Gaza, rombongan truk pembawa bantuan harus melalui Kota Ars yang merupakan perbatasan antara wilayah Rafah dan Mesir. Lama perjalanan bisa seharian.
"Jadi kalau memang ini lancar maka satu hari pun sampai. Namun tadi yang saya sampaikan ada beberapa birokrasi-birokrasi yang disulitkan oleh pihak-pihak zionis begitu," ujarnya.
Tak hanya soal bantuan, Israel juga melakukan pembatasan terhadap jurnalis, influencer dan NGO yang ikut dalam rombongan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza. Menurut informasi, influencer Zaskia Mecca saat mencoba masuk ke Kota Ars tasnya digeledah dan paspornya disita hingga kesulitan untuk pulang ke Indonesia.
"Lalu kemudian juga ada beberapa cerita dari Dubes Republik Indonesia untuk Mesir ini menyatakan bahwa tidak bisa sipil masuk begitu saja. Mereka harus bekerja sama dengan pihak lokal, baik itu pihak yang ada di wilayah Gaza maupun juga Mesir. Jadi NGO-NGO di luar pemerintahan harus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Bahkan kalau Dubes Indonesia untuk Mesir ini datang menuju ke kota Ars harus mendapatkan pengawalan khusus. Jadi untuk kami ini tidak bisa untuk melaju ke arah Rafah," pungkasnya.
Jurnalis Nusantara TV Hasbyalloh melaporkan langsung dari Kota Ten of Ramadan, Mesir