Trump Tolak Minta Maaf ke Paus Leo XIV

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Apr 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Washington DC, Amerika Serikat (7/4/20206). (ANTARA/Celal Gunes/Anadolu/pri.) Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Washington DC, Amerika Serikat (7/4/20206). (ANTARA/Celal Gunes/Anadolu/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak akan meminta maaf kepada Paus Leo XIV setelah melontarkan kritik terhadap pemimpin Gereja Katolik tersebut terkait sikapnya mengenai perang di Iran.

Selain itu, Trump juga mencoba memberikan klarifikasi atas unggahan media sosial kontroversial yang sempat menampilkan dirinya menyerupai sosok religius.

Dalam sesi tanya jawab bersama wartawan di Gedung Putih, Trump menyebut kritik yang ia sampaikan merupakan respons atas pernyataan Paus yang menentang kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran.

“Dia sangat menentang apa yang saya lakukan terkait Iran, dan Anda tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Paus Leo tidak akan senang dengan hasil akhirnya,” ujar Trump, dikutip dari AsiaOne, Rabu,15 April 2026.

Ia kembali menegaskan sikapnya untuk tidak meminta maaf. “Saya pikir dia sangat lemah dalam urusan kejahatan dan hal-hal lain, jadi saya tidak akan meminta maaf,” katanya.

Baca Juga: JD Vance: Unggahan Trump yang Viral Cuma Bercanda

Trump juga menyebut bahwa kritik terbuka pertama kali dilontarkan oleh Paus. “Dia yang memulainya secara publik. Saya hanya merespons Paus Leo,” ujar Trump.

Sebelumnya, Paus Leo menanggapi kritik tersebut dengan menegaskan bahwa seruan Vatikan untuk perdamaian didasarkan pada ajaran Injil dan tidak dimaksudkan sebagai serangan pribadi.

“Menempatkan pesan saya sejajar dengan apa yang dilakukan presiden menunjukkan ketidakpahaman terhadap pesan Injil,” ujar Paus Leo dalam wawancara dengan The Associated Press saat berada di pesawat menuju Aljazair.

“Saya akan tetap menjalankan misi Gereja di dunia saat ini,” lanjut Paus Leo.

Ia juga menegaskan tidak gentar terhadap pemerintahan Trump dan akan terus menyuarakan penolakan terhadap perang. “Saya akan terus bersuara lantang menentang perang, mendorong perdamaian, dialog, dan multilateralisme untuk mencari solusi,” kata Paus Leo.

Saling balas pernyataan antara kedua tokoh tersebut semakin memperuncing ketegangan di tengah konflik Amerika Serikat dengan Iran yang telah memasuki minggu ketujuh.

Kontroversi Unggahan Trump

Kontroversi kembali muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam secara terbuka kepada pemimpin umat Katolik, Paus Leo XIV <b>(Istimewa)</b> Kontroversi kembali muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam secara terbuka kepada pemimpin umat Katolik, Paus Leo XIV (Istimewa)

Trump turut menanggapi kritik atas unggahan media sosial yang kini telah dihapus, yang memperlihatkan dirinya mengenakan jubah bergaya religius sambil menyentuh seorang pria seolah melakukan penyembuhan.

“Saya memang mengunggahnya, dan saya mengira itu menggambarkan saya sebagai dokter yang berkaitan dengan Palang Merah. Itu dimaksudkan sebagai saya sebagai dokter yang membuat orang menjadi lebih baik. Dan saya memang membuat orang menjadi jauh lebih baik,” ujar Trump.

Ia kemudian menyalahkan “media palsu” atas interpretasi publik, meskipun unggahan tersebut menuai kecaman luas, termasuk dari sebagian pendukung evangelisnya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga ikut mengecam unggahan tersebut, menyebutnya sebagai bentuk penodaan terhadap Yesus sekaligus menyatakan dukungan kepada Paus.

Baca Juga: Unggah Dirinya Bak Yesus, Trump Serang Paus Leo XIV: Lemah

Unggahan itu akhirnya dihapus dari akun Trump pada Senin pagi, meski tidak dijelaskan secara rinci alasan penghapusannya.

Sebelumnya, Trump juga menyatakan bahwa Paus “tidak melakukan pekerjaan dengan baik” serta kembali menegaskan bahwa dirinya “bukan penggemar Paus Leo.”

Sementara itu, Paus Leo dalam doa bersama di Basilika Santo Petrus menyebut konflik di Iran dipicu oleh “ilusi kemahakuasaan,” bertepatan dengan dimulainya perundingan antara AS dan Iran di Pakistan dalam situasi gencatan senjata yang masih rapuh.

Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin delegasi dalam perundingan tersebut, menyebut unggahan Trump sebagai “lelucon” dan menilai presiden hanya mengekspresikan diri secara spontan di media sosial.

Di sisi lain, Uskup Agung Paul S. Coakley menyampaikan kekecewaannya terhadap pernyataan Trump.

“Paus Leo bukanlah rivalnya; Paus juga bukan seorang politisi,” ujarnya. “Ia adalah Wakil Kristus yang berbicara berdasarkan kebenaran Injil dan demi keselamatan jiwa.”

Ketegangan antara Gedung Putih dan Vatikan pun terus meningkat, seiring perbedaan tajam pandangan mengenai perang dan kebijakan internasional.

x|close