Ntvnews.id, Washington D.C - Amerika Serikat menyampaikan rasa duka cita atas wafatnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Ungkapan belasungkawa tersebut disampaikan Menteri Urusan Perang AS Pete Hegseth saat bertemu Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon, Senin, 13 April 2026.
"Dan kami juga menyampaikan bela sungkawa atas kehilangan tiga prajurit Anda di Lebanon," kata Hegseth.
Dalam pertemuan tersebut, Hegseth turut membahas kerja sama militer kedua negara, termasuk latihan bersama hingga sejarah keterlibatan prajurit pada era Perang Dunia II.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas kontribusinya dalam membantu Amerika Serikat menemukan serta memulangkan prajurit yang gugur atau hilang pada masa perang tersebut.
"Saya menghargai dukungan Anda yang berkelanjutan dalam membantu Amerika Serikat menemukan, memulangkan, dan melindungi jenazah prajurit kita yang berjuang bersama rakyat Indonesia selama Perang Dunia II," kata Hegseth, seperti dikutip dari situs resmi AS.
Baca Juga: TNI Bongkar Ladang Ganja Siap Panen di Papua
Selain itu, ia menilai kerja sama pertahanan dan keamanan antara AS dan Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Setiap tahunnya, kedua negara diketahui melaksanakan lebih dari 170 latihan militer bersama.
Di sisi lain, Sjafrie menjelaskan bahwa kunjungannya ke Pentagon bertujuan memperkuat hubungan pertahanan yang telah terjalin erat antara kedua negara.
"Hari ini, kami hadir sebagai delegasi Indonesia di Pentagon dengan antusiasme yang sangat besar untuk melanjutkan dan mengembangkan hubungan pertahanan kita yang diharapkan akan langgeng bagi generasi penerus kita di Indonesia dan Amerika Serikat," kata dia.
Sebelumnya, pada akhir Maret lalu, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL dilaporkan gugur di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hizbullah.
Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi sorotan saat menyambut tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon. (Istimewa)
Pada 29 Maret, Kopral Farizal Rhomadon meninggal dunia akibat proyektil di dekat pos UNIFIL. Sementara dua prajurit lainnya, Mayor Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, wafat pada 30 Maret.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric menyampaikan bahwa hasil temuan awal untuk insiden 29 Maret menunjukkan adanya fragmen proyektil berupa peluru utama tank kaliber 120 mm. Proyektil tersebut diduga ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur menuju wilayah Ett Taibe.
Sementara itu, insiden pada 30 Maret, berdasarkan bukti awal, diduga disebabkan oleh ledakan perangkat peledak rakitan atau IED yang diyakini dipasang oleh kelompok Hizbullah.
Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemenhan Republik Indonesia, Mayjen TNI Agus Widodo (kanan) dan Direktur DPAA, Kelly K McKeague (kiri) menandatangani MoU Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA) di hadapan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan US S (Antara)