Ntvnews.id, London - Sebuah pesawat tanker pengisi bahan bakar milik Angkatan Udara Amerika Serikat dilaporkan mendarat di Inggris dalam kondisi mengalami sejumlah kerusakan pada bagian badan pesawat yang diduga berasal dari serangan Iran.
Dilansir dari Reuters, Rabu, 15 April 2026, kerusakan tersebut terlihat dari tambalan yang memanjang mulai dari bawah kokpit hingga ke bagian ekor pesawat. Pola kerusakan itu dinilai konsisten dengan dampak serpihan logam tajam, seperti pecahan shrapnel, bola besi, atau material lain yang terlontar dengan kecepatan tinggi akibat ledakan bom, peluru artileri, maupun bahan peledak lainnya.
Kedatangan pesawat militer Amerika Serikat ini terjadi di tengah masih berlangsungnya konflik antara Washington dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Peneliti dari Nuclear Deterrence Network, Arun Dawson, mengungkapkan bahwa kerusakan tersebut kemungkinan terjadi saat pesawat berada di darat di Pangkalan Udara Pangeran Sultan. Saat itu, pangkalan tersebut dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal Iran pada bulan lalu yang juga menghancurkan pesawat peringatan dini (AWACS) E-3 milik AS.
"Ada kemungkinan bahwa badan pesawat ini mengalami kerusakan tambahan akibat serangan ini," kata Dawson kepada Reuters.
Baca Juga: FIFA Bantah Bakal Gelar Playoff Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Sejumlah analis memperkirakan pesawat tersebut kemudian diterbangkan ke RAF Mildenhall, yang merupakan markas Wing Pengisian Bahan Bakar ke-100 Angkatan Udara AS, guna menjalani proses perbaikan lanjutan.
Pesawat pengisian bahan bakar udara jenis KC-135 Stratotanker bermesin empat, yang membawa identitas Garda Nasional Ohio, sebelumnya sempat direkam saat bergerak di landasan oleh fotografer Mark Lynham.
Menurut laporan CNN, rekaman tersebut kemudian diunggah ke media sosial dengan keterangan yang mempertanyakan kemungkinan kerusakan akibat serpihan proyektil.
Sementara itu, laporan dari The War Zone menyebutkan bahwa gambar lain memperlihatkan badan pesawat dipenuhi tambalan dari bagian hidung hingga ekor. Dokumentasi itu diambil oleh fotografer penerbangan Andrew McKelvey.
Pesawat tersebut diketahui merupakan bagian dari Sayap Pengisian Bahan Bakar Udara ke-121 Garda Nasional Udara Ohio dan diduga termasuk dalam armada yang terdampak serangan jarak jauh Iran di Arab Saudi.
Meskipun disebutkan bahwa lima pesawat tanker mengalami kerusakan dalam serangan tersebut, tingkat kerusakan secara keseluruhan masih belum dapat dipastikan.
Proses perbaikan untuk mengembalikan KC-135 ke kondisi siap operasional dinilai menjadi pengalaman penting, terutama dalam menghadapi potensi konflik di masa mendatang.
Sejumlah pelajaran strategis disebut akan dipetik dari operasi ini, meskipun sebagian di antaranya diperoleh dari pengalaman yang tidak diharapkan.
Ilustrasi - Jet tempur Pakistan. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)