Ntvnews.id, Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengingatkan bahwa aksi militer yang terus berlanjut berpotensi merusak kesepakatan gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel di Lebanon.
"Saya sepenuhnya mendukung gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel sebagaimana diumumkan oleh Presiden (Amerika Serikat) Donald Trump kemarin," kata Macron melalui platform X, sembari mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kesepakatan tersebut "mungkin telah dilanggar oleh berlanjutnya operasi militer."
Macron juga mendesak semua pihak untuk menjamin keselamatan warga sipil yang berada di kedua sisi perbatasan antara Lebanon dan Israel.
Baca Juga: Seskab Teddy: Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia–Prancis
"Hizbullah harus melucuti senjatanya. Israel harus menghormati kedaulatan Lebanon dan menghentikan perang," kata Macron.
Gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon sendiri mulai diberlakukan sejak tengah malam antara Kamis, 16 April 2026 dan Jumat waktu setempat, setelah sebelumnya diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara di pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Selasa, 20 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa) (Antara)