Polisi Periksa 2 Terduga Pelaku Penikaman Nus Kei Maluku Tenggara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 19:27
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Polisi Rositah Umasugi. ANTARA/Winda Herman Kabid Humas Polda Maluku Kombes Polisi Rositah Umasugi. ANTARA/Winda Herman (Antara)

Ntvnews.id, Ambon - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku memeriksa dua orang yang diduga terlibat dalam penikaman Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, yang terjadi di kawasan Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, Minggu, 19 April 2026.

“Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36) tadi sudah tiba di Kota Ambon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kepala Bidang Humas Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Rositah Umasugi di Ambon, Senin, 20 April 2026.

Setibanya di Bandara Pattimura Ambon, kedua terduga pelaku langsung dibawa ke Markas Polda Maluku untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Sebelumnya, HR dan FU sempat diamankan di Markas Brimob Maluku Tenggara sebelum akhirnya dipindahkan ke Ambon untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Kasus Penikaman di Bandara Maluku Tenggara, Dua Pelaku Diamankan

Namun, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan rinci terkait alasan pemindahan kedua terduga pelaku tersebut ke Ambon. Motif penikaman juga masih dalam tahap penyelidikan.

“Belum tahu, saya belum cek jangan sampai saya kasih informasi salah. Sampai saat ini Kapolres juga belum bisa dihubungi, jadi tunggu saja nanti dikabari,” ujar Rositah.

Peristiwa penikaman tersebut terjadi saat korban diserang oleh orang tak dikenal di kawasan Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara, pada Minggu, 19 April 2026.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka tusuk serius dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit, namun kemudian dilaporkan meninggal dunia.

Baca Juga: DPD I Golkar Maluku Kutuk Keras Penikaman Ketua Golkar Malra

Polisi saat ini masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain di balik kejadian itu.

Polda Maluku juga mengimbau masyarakat dan pihak keluarga korban untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan.

“Kami mengimbau untuk tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Percayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” ujar Rositah.

Polda Maluku memastikan perkembangan kasus akan disampaikan secara berkala kepada publik.

(Sumber: Antara)

x|close