Ribuan Warga Iran Turun ke Jalan, Tolak Negosiasi dengan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 07:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Warga menghadiri unjuk rasa di Teheran, Iran, 8 April 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati Warga menghadiri unjuk rasa di Teheran, Iran, 8 April 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Ribuan warga Iran menggelar aksi demonstrasi di Teheran sebagai bentuk dukungan terhadap sikap pemerintah yang menolak membuka kembali negosiasi dengan Amerika Serikat.

Dalam aksi tersebut, para demonstran menyuarakan dukungan kepada pemerintah Iran. Sejumlah peserta bahkan menyatakan “ketidakpercayaan total” terhadap AS dan mendesak para pejabat untuk tidak gentar menghadapi tekanan dari Washington.

"Amerika Serikat sejauh ini belum menepati satu pun janji yang dibuatnya kepada kami dan satu pun perjanjian yang ditandatanganinya dengan kami," kata seorang demonstran, Masoumeh Alimohammadi, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa, 21 April 2026.

"Akibatnya, kami berharap bahwa meskipun jalur diplomatik harus tetap berjalan, kami harus melanjutkan dengan ketidakpercayaan total terhadap Amerika yang sejauh ini belum memenuhi satu pun komitmennya."

Pemerintah Iran sendiri dikabarkan tidak akan menghadiri perundingan lanjutan dengan AS yang dijadwalkan pada Senin, 20 April 2026 hanya beberapa hari sebelum masa gencatan senjata dua pekan berakhir pada Rabu, 22 April 2026.

Baca Juga: Wapres JD Vance Tetap Pimpin Delegasi AS untuk Negosiasi dengan Iran di Pakistan

Penolakan ini muncul setelah AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Situasi semakin memanas usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kapal perusak Amerika menembaki kapal Iran yang mencoba melintas keluar-masuk Selat Hormuz pada Minggu, 19 April 2026.

Seorang warga lainnya, Hamidreza Heidari, mendorong pemerintah agar tidak ragu menghadapi AS. Ia bahkan menegaskan bahwa masyarakat Iran tidak takut terhadap kemungkinan perang.

"Kami tidak takut perang. Bahkan jika bukan hanya satu serangan, tetapi serangan terus-menerus dilakukan terhadap negara kami, kami pasti akan maju dengan kekuatan dan otoritas yang lebih besar."

Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

"Tetapi menurut saya, mengingat situasi yang berkembang, Amerika Serikat dan Israel tidak punya pilihan selain menyerah pada tuntutan Iran," lanjutnya.

Sementara itu, warga lain bernama Negin Gholizade menyerukan agar pemerintah tetap bersikap tegas terhadap AS. Ia meyakini bahwa Trump tidak akan berani menghadapi Iran secara langsung.

"Kita hanya bisa mencapai perdamaian dengan orang ini [Trump] jika dia menerima pukulan telak sehingga dia dipaksa untuk tunduk, seperti yang terjadi dua minggu lalu," kata Gholizade.

"Pada malam yang sama ketika dia ingin mengembalikan Iran ke zaman batu, dia mundur, menerima semua yang kita katakan, dan menyetujuinya," sambungnya.

x|close