Diterpa Skandal, Menaker AS Mundur dari Kabinet Trump

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 08:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat. ANTARA/Pixabay Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat. ANTARA/Pixabay (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat, Lori Chavez-DeRemer, terseret dalam serangkaian kontroversi, termasuk laporan dugaan perlakuan tidak pantas terhadap staf perempuan muda. Di tengah tekanan tersebut, ia akhirnya mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya dalam pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dilansir dari AFP, Rabu, 21 April 2026, Chavez-DeRemer sebelumnya memang didesak untuk mundur. Ia menghadapi tudingan bahwa dirinya, para ajudan, hingga anggota keluarganya kerap mengirim pesan pribadi serta berbagai permintaan kepada staf muda di Departemen Tenaga Kerja AS.

Laporan The New York Times (NYT) pekan lalu mengungkap bahwa Chavez-DeRemer bersama mantan wakil kepala stafnya pernah mengirim pesan teks yang meminta sejumlah pegawai untuk membawakan wine saat perjalanan dinas.

Selain itu, menurut NYT, suami dan ayah Chavez-DeRemer juga berkomunikasi melalui pesan teks dengan sejumlah staf perempuan muda. Beberapa di antaranya bahkan diarahkan oleh Chavez-DeRemer untuk "memperhatikan" kedua pria tersebut.

Pesan-pesan tersebut kemudian dihimpun sebagai bagian dari penyelidikan terhadap kepemimpinannya, yang diluncurkan menyusul berbagai laporan dugaan pelanggaran perilaku yang memicu kekhawatiran di lingkungan kerja.

Baca Juga: Sudah 7 Minggu, Pemakaman Khamenei Ditunda karena Risiko Serangan Israel dan Amerika Serikat

NYT juga melaporkan bahwa empat orang telah dikeluarkan dari tim Chavez-DeRemer akibat penyelidikan tersebut, termasuk mantan kepala staf, mantan wakil kepala staf, direktur persiapan, serta personel tim keamanannya yang dituding memiliki hubungan pribadi dengannya.

Setidaknya tiga staf Departemen Tenaga Kerja AS telah mengajukan laporan pelanggaran hak sipil yang menggambarkan suasana kerja yang tidak kondusif.

Meski demikian, Chavez-DeRemer belum secara langsung dituduh melakukan pelanggaran dalam kasus yang melibatkan ayah dan suaminya. Namun, laporan media MS NOW menyebut adanya dua aduan dari staf perempuan muda yang menuduh suaminya, Shawn DeRemer, melakukan pelecehan seksual.

Arsip foto - 9 Oktober 2023, Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat. <b>(Antara)</b> Arsip foto - 9 Oktober 2023, Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat. (Antara)

Kini, Chavez-DeRemer resmi mundur dari kabinet Trump, mengakhiri spekulasi yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir mengenai posisinya.

"Meskipun masa jabatan saya dalam pemerintahan telah berakhir, bukan berarti saya akan berhenti memperjuangkan para pekerja Amerika," tulis Chavez-DeRemer dalam pernyataan melalui media sosial X. Ia juga menyatakan akan kembali berkarier di sektor swasta.

Chavez-DeRemer tidak memberikan komentar langsung terkait berbagai tuduhan yang menyeret namanya.

Pengunduran dirinya ini terjadi setelah pemecatan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Jaksa Agung Pam Bondi, menandai keluarnya sejumlah pejabat tinggi perempuan dari kabinet Trump dalam beberapa pekan terakhir.

x|close