PM Pakistan Hubungi Presiden Iran, Ini yang Dibicarakan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Apr 2026, 08:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
DK PBB menolak rancangan resolusi tersebut, yang diajukan oleh Rusia, dengan empat suara mendukung, dua menolak, dan sembilan abstain. Rusia, China, Pakistan, dan Somalia memberikan suara mendukung, sementara Amerika Serikat (AS) dan Latvia menolak. DK PBB menolak rancangan resolusi tersebut, yang diajukan oleh Rusia, dengan empat suara mendukung, dua menolak, dan sembilan abstain. Rusia, China, Pakistan, dan Somalia memberikan suara mendukung, sementara Amerika Serikat (AS) dan Latvia menolak. (Antara)

Ntvnews.id, Islamabad - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dalam komunikasi tersebut, Sharif menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perdamaian di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Dilansir dari CNN, Senin, 27 April 2026, percakapan itu berlangsung pada Sabtu, 24 April 2026. Sharif memastikan bahwa Islamabad "akan terus melakukan upaya yang tulus dan jujur untuk mendorong perdamaian dan keamanan regional," sebagaimana disampaikan Kantor Perdana Menteri.

Melalui unggahan di X, Sharif juga mengapresiasi langkah Iran yang mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Islamabad yang dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi guna membahas upaya penghentian konflik.

Delegasi Iran tersebut telah meninggalkan Islamabad pada Sabtu dan melanjutkan perjalanan ke Muscat, Oman, untuk melanjutkan pembicaraan regional. Sementara itu, utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner sebelumnya dijadwalkan hadir di Islamabad, namun rencana tersebut dibatalkan oleh Presiden Donald Trump pada menit terakhir.

Di sisi lain, Araghchi diperkirakan akan kembali ke Pakistan setelah menyelesaikan kunjungannya di Oman, menurut laporan kantor berita resmi Iran, IRNA. Sebelumnya, ia menyebut kunjungannya ke Islamabad sebagai "kunjungan yang produktif", meskipun tidak sempat bertemu dengan perwakilan Amerika Serikat.

Baca Juga: Trump Kirim Delegasi ke Pakistan untuk Negosiasi Iran, Singgung Hal Ini

IRNA juga melaporkan bahwa sebagian anggota delegasi Iran telah kembali ke Teheran saat Araghchi berada di Oman, dan rombongan tersebut kemungkinan akan kembali ke Islamabad pada Minggu malam.

Sebelumnya, Gedung Putih sempat mengumumkan bahwa Witkoff dan Kushner akan melakukan "pembicaraan langsung" dengan Iran di Islamabad guna mendorong tercapainya kesepakatan. Namun, Trump memutuskan membatalkan perjalanan tersebut.

"Kami memegang semua kendali. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tetapi tidak perlu lagi melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak menghasilkan apa-apa," kata Trump.

Saat ditanya apakah pembatalan itu menandakan dimulainya kembali konflik, Trump menegaskan: "Tidak. Itu tidak berarti demikian. Kami bahkan belum memikirkannya."

x|close