Menlu Iran Tetap ke Pakistan Meski Utusan Trump Batal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Apr 2026, 06:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Iran. /ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Bendera Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, tetap dijadwalkan melakukan kunjungan ke Pakistan pada Minggu, 26 April 2026, meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusannya. Di tengah situasi tersebut, mediator internasional terus berupaya menjaga jalannya perundingan damai.

DIlansir dari ISNA, Senin, 27 April 2026, Araghchi akan kembali bertemu pejabat Pakistan guna menyampaikan "posisi dan pandangan Iran tentang kerangka kerja kesepahaman apa pun untuk mengakhiri perang sepenuhnya".

Sebelumnya, Araghchi sempat berada di Islamabad sebelum melanjutkan perjalanan ke Oman. Sementara itu, utusan Iran lainnya kembali ke Teheran untuk berkonsultasi dan memperoleh arahan terkait langkah-langkah penghentian konflik.

Sebelum pertemuan Iran–Pakistan pada Sabtu, Gedung Putih sempat mengumumkan rencana keberangkatan utusan perdamaian Trump, Steve Witkoff, bersama Jared Kushner ke Pakistan untuk melanjutkan negosiasi. Namun, Trump kemudian membatalkan rencana tersebut.

Baca Juga: Iran Pertimbangkan Penutupan Jalur Perdagangan Strategis di Tengah Konflik

Ia menyampaikan kepada Fox News bahwa tidak ada manfaat "duduk-duduk dan membicarakan hal yang tidak penting". Trump juga menolak posisi negosiasi Teheran, meski menyebut bahwa Iran segera merevisi proposalnya setelah keputusan pembatalan itu.

"Mereka memberi kami dokumen yang seharusnya lebih baik dan -menariknya- segera setelah saya membatalkannya, dalam waktu 10 menit, kami mendapatkan dokumen baru yang jauh lebih baik," katanya kepada wartawan, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Saat ditanya apakah pembatalan itu menandakan kembali pecahnya perang, Trump menjawab: "Tidak, itu tidak berarti demikian. Kami belum memikirkannya."

Dalam perkembangan lain, setelah insiden penangkapan pria bersenjata di acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih di Washington, Trump menyatakan tidak melihat keterkaitan langsung dengan Iran, namun menegaskan hal itu tidak akan menghalanginya "untuk memenangkan perang".

Pada Sabtu, Araghchi juga telah bertemu dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, Perdana Menteri Shehbaz Sharif, serta Menteri Luar Negeri Ishaq Dar sebelum melanjutkan perjalanan ke Muscat. Setelah agenda di Islamabad, ia dijadwalkan menuju Moskow.

Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan gabungan di Pelabuhan Bandar Abbas, dekat Selat Hormuz, Hormozgan, Iran, Kamis (19/2/2026). /ANTARA/HO-Iranian Navy/Joint Military Ex <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan gabungan di Pelabuhan Bandar Abbas, dekat Selat Hormuz, Hormozgan, Iran, Kamis (19/2/2026). /ANTARA/HO-Iranian Navy/Joint Military Ex (Antara)

Araghchi menilai kunjungan awalnya ke Pakistan "sangat bermanfaat", namun ia masih meragukan keseriusan Washington dalam jalur diplomasi.

"Belum terlihat apakah AS benar-benar serius tentang diplomasi," ujarnya.

Tekanan untuk mengakhiri konflik terus meningkat seiring penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada pasar energi global. Garda Revolusi Iran menegaskan tidak akan mencabut blokade tersebut sebagai bagian dari strategi pertahanan.

"Mengendalikan Selat Hormuz dan mempertahankan bayang-bayang efek pencegahannya terhadap Amerika dan pendukung Gedung Putih di kawasan itu adalah strategi pasti Iran Islam," kata Garda Revolusi melalui saluran resminya.

Sebagai respons, Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran. Militer Iran pun memperingatkan bahwa tindakan "pemblokiran, perampokan, dan pembajakan" yang berlanjut akan memicu reaksi balasan.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Kumpulkan Purnawirawan TNI, Wiranto dan Dudung Hadiri

Sementara itu, konflik di kawasan juga meluas setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan terhadap kelompok Hizbullah, dengan tuduhan pelanggaran gencatan senjata.

Media pemerintah Lebanon melaporkan serangan di sejumlah wilayah selatan, termasuk distrik Bint Jbeil, Tyre, dan Nabatieh. Kementerian kesehatan Lebanon menyebut sedikitnya enam orang tewas akibat serangan tersebut.

Militer Israel mengklaim telah "menghilangkan" beberapa anggota Hizbullah dalam operasi itu.

Sebelumnya, Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama tiga minggu dan menyampaikan optimisme terhadap peluang perdamaian usai bertemu utusan Israel dan Lebanon.

Namun, Mohammed Raad, pimpinan blok parlemen Hizbullah, mendesak Lebanon menarik diri dari perundingan serta memperingatkan bahwa kesepakatan apa pun berpotensi tidak mendapat dukungan nasional.

TERKINI

Turis Terjebak di Toilet, Berhasil Dievakuasi Damkar

Luar Negeri Senin, 27 Apr 2026 | 08:50 WIB

Toilet Runtuh, Turis Terjebak di Tangki Septik Selama 3 Jam

Luar Negeri Senin, 27 Apr 2026 | 08:45 WIB

Demi Konten, Penumpang Sembunyi di Bagasi Kabin Pesawat

Luar Negeri Senin, 27 Apr 2026 | 08:35 WIB

BGN Tegaskan Kematian Balita di Cianjur Bukan Akibat MBG

Nasional Senin, 27 Apr 2026 | 08:25 WIB

PM Pakistan Hubungi Presiden Iran, Ini yang Dibicarakan

Luar Negeri Senin, 27 Apr 2026 | 08:20 WIB

WNI Buronan AS dan Interpol Ditangkap di Thailand

Luar Negeri Senin, 27 Apr 2026 | 08:05 WIB
Load More
x|close