Ntvnews.id, Tel Aviv - Sebanyak 11 anggota militer dan kepolisian Israel dilaporkan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Media Israel Haaretz, seperti dikutip dari Palestine Chronicle, Selasa, 28 April 2026, menyebut rangkaian kasus tersebut terjadi sejak awal April.
Berdasarkan laporan itu, enam korban merupakan tentara aktif, sementara tiga lainnya adalah tentara cadangan yang sebelumnya terlibat dalam operasi di Jalur Gaza. Mereka disebut melakukan bunuh diri setelah tidak lagi bertugas di wilayah tersebut.
Selain itu, dua kasus lainnya melibatkan anggota kepolisian, termasuk personel wajib militer yang bertugas di Polisi Perbatasan.
Haaretz juga mencatat bahwa terdapat 10 kasus bunuh diri yang melibatkan tentara aktif sejak awal 2026, sehingga total korban bunuh diri di kalangan militer dan polisi Israel tahun ini mencapai 21 orang.
Baca Juga: 2 Mantan PM Israel Bersatu untuk Gulingkan Netanyahu
Kasus-kasus terbaru ini menambah daftar yang telah dilaporkan sebelumnya. Media tersebut diketahui telah lama mendokumentasikan peningkatan angka bunuh diri di kalangan tentara Israel sejak dimulainya konflik di Gaza.
Dalam laporan pada Februari 2026, Haaretz menyebut sejumlah tentara yang pernah bertugas di Gaza juga meninggal karena bunuh diri, termasuk beberapa kasus yang tidak secara resmi diklasifikasikan sebagai kematian terkait tugas militer.
Laporan tersebut juga menyoroti adanya tekanan psikologis yang dialami personel militer setelah penugasan, termasuk kasus yang terjadi setelah mereka menyelesaikan masa dinas.
Sebelumnya, Haaretz juga melaporkan bahwa pada 2025 terdapat 22 tentara Israel yang meninggal akibat bunuh diri, angka tertinggi dalam 15 tahun terakhir.
Tentara Israel Usir 3 Rumah Warga Palestina untuk Dijadikan Barak Militer (ANTARA)