Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Perhubungan langsung bergerak melakukan evaluasi menyeluruh pasca-insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam. Fokus utama evaluasi diarahkan pada keterlibatan armada taksi Green SM dalam peristiwa tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan telah menginstruksikan jajarannya untuk segera memanggil pihak pengelola guna melakukan penelaahan lebih lanjut.
“Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut guna melakukan evaluasi. Mudah-mudahan kalau jadi, hari ini mestinya,” kata Dudy kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: AHY: Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Jadi 15 Orang dan 88 Luka-luka
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan evaluasi operasional sebagai prioritas dalam merespons kecelakaan yang menimbulkan korban besar. Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI) hingga pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 14 orang, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka.
Di sisi lain, Green SM Indonesia menyampaikan respons resmi atas insiden tersebut dengan menekankan dukungan terhadap proses investigasi. Perusahaan menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak berwenang dan menyerahkan data yang dibutuhkan untuk mendukung penyelidikan.
“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi,” demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia.
Baca Juga: Seskab: Evakuasi Korban Tabrakan Kereta Bekasi Dilakukan Cepat dan Intensif
Dalam pernyataannya, perusahaan juga menegaskan bahwa keselamatan merupakan aspek utama dalam operasional mereka. Hal ini diklaim diwujudkan melalui sistem pengawasan, pengelolaan operasional, serta upaya peningkatan layanan secara berkelanjutan.
Meski demikian, proses evaluasi tetap menjadi kunci untuk menilai apakah standar keselamatan yang diklaim telah berjalan efektif di lapangan. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan kini menunggu hasil pertemuan dan investigasi lanjutan sebagai dasar untuk menentukan langkah berikutnya.
Seiring proses penyelidikan yang masih berlangsung, pihak perusahaan menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada publik dengan memastikan seluruh data yang disampaikan telah melalui verifikasi.
Warga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi (Antara)