DPR Desak Jalur KRL dan Kereta Jarak Jauh Dipisah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Apr 2026, 14:34
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
CommuterLine sedang berhenti di jalur 1 menuju Cikarang atau arah timur saat kemudian kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan langsung menabrak CommuterLine. CommuterLine sedang berhenti di jalur 1 menuju Cikarang atau arah timur saat kemudian kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan langsung menabrak CommuterLine. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta adanya pemisahan jalur antara kereta api jarak jauh (KAJJ) dengan KRL. Ini buntut peristiwa Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, sehingga menewaskan 16 orang.

"Insiden kecelakaan kereta di sekitar Bekasi Timur menunjukkan bahwa jalur rel dengan kepadatan tinggi di wilayah perkotaan sedang menghadapi tekanan sistemik yang menuntut evaluasi lebih mendalam terhadap cara keselamatan dibangun, dimonitor, dan direspons dalam kondisi gangguan berantai," ujar Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, Rabu, 29 April 2026. 

Iwan mendorong percepatan program pemisahan jalur operasional kereta. Menurut dia, KRL dan kereta antarkota memiliki karakteristik yang berbeda secara fundamental.

"Pemisahan jalur operasional kereta harus menjadi prioritas. Penyelesaian proyek double-double track Jakarta-Cikarang tidak hanya penting untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga keselamatan," tuturnya.

Dalam jangka menengah, kata dia, konsep ini perlu diperluas seiring dengan pengembangan layanan KRL ke wilayah yang lebih jauh. Ia menyinggung semestinya pengaturan kecepatan dan jarak antar kereta memberikan margin keselamatan yang memadai.

"Konsekuensi kapasitas rel akan berkurang dan jadwal perjalanan kereta api perlu direvisi," ucapnya.

Dirinya pun mengingatkan pentingnya penataan ruang di sepanjang jalur kereta api. Ia menyoroti soal perlintasan sebidang yang menjadi ancaman kereta saat melaju.

"Diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan lingkungan jalur tetap aman dan sesuai peruntukannya demi menghindari risiko atau ancaman keamanan pada jalur kereta," kata dia.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran saat berkendara. Ia mewanti-wanti saat melintas di perlintasan kereta harus mengutamakan keselamatan.

"Kesadaran masyarakat penting. Jangan memaksakan untuk menerobos. Berhenti saat sudah ada sinyal palang pintu kereta. Karena kendaraan bisa mogok di tengah perlintasan kereta, dan terjadi traffic jammed terutama di wilayah padat," tandasnya.

x|close