Ntvnews.id , Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan sebanyak 21 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C pada Mei 2026.
Peresmian ini menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang difokuskan untuk meningkatkan mutu layanan rumah sakit di daerah.
Dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 23 April 2026, Qodari menjelaskan bahwa 21 RSUD tersebut merupakan bagian dari total 32 RSUD yang tengah dikembangkan melalui tiga tahap pelaksanaan.
"Dari total 32 RSUD tersebut, 21 rumah sakit telah siap untuk diresmikan oleh Bapak Presiden, yang direncanakan pada bulan Mei 2026," kata Qodari.
Ia menambahkan, seluruh RSUD yang siap diresmikan telah memiliki tujuh dokter spesialis dasar, yakni dokter anak, bedah, anestesi, penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, radiologi, serta patologi klinik. Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat di daerah tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh hanya untuk memperoleh layanan kesehatan spesialis.
Lebih lanjut, Qodari menegaskan bahwa program PHTC merupakan wujud komitmen Presiden Prabowo dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas, terutama bagi wilayah daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).
Baca Juga: Qodari Dorong Komunikasi Pemerintah Lebih Agresif dan Adaptif di Era Digital
Program ini mencakup peningkatan status RSUD dari tipe D dan D Pratama menjadi tipe C dengan fasilitas lengkap seperti ruang operasi, rawat jalan, rawat inap, cathlab, hemodialisa, radiologi, farmasi, hingga Central Sterile Supply Department (CSSD).
"Ini menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo bahwa setiap warga negara Indonesia, di mana pun mereka berada, berhak mendapatkan layanan kesehatan yang setara dan berkualitas," kata dia.
Dalam jangka waktu 2025 hingga 2027, pemerintah menargetkan peningkatan kelas sebanyak 66 RSUD menjadi tipe C berkualitas.
Pada tahun 2025 ditargetkan 22 RSUD, dengan 17 di antaranya telah rampung dan lima lainnya masih dalam tahap akhir penyelesaian dengan progres di atas 90 persen.
Sementara itu, 20 RSUD ditargetkan pada 2026 yang kini masih dalam proses pengerjaan, serta 24 RSUD lainnya pada 2027 yang masih dalam tahap persiapan.
Per 20 April 2026, seluruh 10 RSUD dalam batch pertama target 2025 telah mencapai pembangunan 100 persen.
Pada batch kedua, enam RSUD telah selesai sepenuhnya, sedangkan lima lainnya masih dalam tahap akhir.
Untuk batch ketiga, sebanyak 10 RSUD masih dalam proses konstruksi aktif.
"Perlu saya sampaikan secara terbuka bahwa satu RSUD, yaitu Kabupaten Kolaka Timur belum dapat diresmikan karena terjadi kendala pembangunan di lapangan. Namun proses terus berjalan dan saat ini sudah memasuki kontrak tahap 3 dan terus dipantau secara ketat," kata dia.
Qodari juga menekankan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi.
Kehadiran RSUD tipe C di berbagai daerah diharapkan dapat menekan angka kematian akibat keterlambatan penanganan medis serta membuka peluang kerja baru.
Setiap RSUD tipe C diperkirakan membutuhkan 300 hingga 500 tenaga kerja tetap, baik tenaga kesehatan maupun nonkesehatan.
Baca Juga: Kemenkop dan BPJS Perluas Layanan Kesehatan hingga Desa
"Artinya, ketika 66 RSUD tipe C ini selesai dan beroperasi pada 2027, program ini berpotensi menyerap hampir 20.000 hingga 33.000 lapangan kerja langsung bagi masyarakat," kata Qodari.
Selain itu, masyarakat di wilayah DTPK juga akan merasakan pengurangan beban biaya transportasi karena tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit besar yang jauh dari tempat tinggal mereka.
"Program PHTC Peningkatan Kualitas RSUD adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan bergerak, bukan sekadar berjanji. Di balik setiap rumah sakit yang selesai dibangun, ada masyarakat yang akhirnya mendapatkan hak dasar mereka atas layanan kesehatan yang layak dan bermartabat," ucap Qodari.
(Sumber: Antara)
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (tengah) dalam konferensi pers (Antara)