Ntvnews.id, Jakarta - Danantara Indonesia mempercepat transformasi digital di seluruh ekosistem badan usaha milik negara (BUMN) guna mendorong industrialisasi produk digital dan meningkatkan daya saing perusahaan negara.
Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa memimpin Rapat Koordinasi Transformasi Digital BUMN yang diikuti sekitar 60 perusahaan holding utama BUMN.
Transformasi digital yang didorong Danantara mencakup penguatan menyeluruh terhadap model bisnis, pengalaman pelanggan, sistem operasional, infrastruktur teknologi, hingga tata kelola serta pemanfaatan data.
"Dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, serta berdampak pada tingkat operasional BUMN, Danantara Indonesia ingin memastikan bahwa transformasi digital tidak akan berhenti pada level perencanaan, tetapi menghasilkan perbaikan kinerja nyata di masing-masing BUMN," kata Sigit dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.
Baca Juga: Danantara Percepat Transformasi Digital BUMN demi Tingkatkan Efisiensi dan Daya Saing
Melalui integrasi platform dan teknologi serta pemanfaatan kemampuan bersama, transformasi digital BUMN juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antarperusahaan pelat merah.
Pada sejumlah sektor yang memiliki tingkat duplikasi tinggi, seperti belanja teknologi, infrastruktur digital, lisensi, dan layanan bersama, sinergi tersebut diperkirakan mampu menghasilkan efisiensi awal sekitar 25 hingga 40 persen, tergantung pada karakteristik serta kesiapan masing-masing BUMN.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Sigit menegaskan pentingnya pendekatan transformasi digital yang dilakukan secara terkoordinasi di seluruh ekosistem BUMN.
"Danantara Indonesia memiliki peran sentral untuk menyelaraskan arah, platform, talenta, dan tata kelola agar setiap inisiatif digital di BUMN tidak berjalan secara terpisah, melainkan mampu menghasilkan efisiensi, peningkatan kinerja, serta nilai tambah kolektif bagi negara. Penyelarasan tersebut menjadi fondasi penting bagi penguatan daya saing BUMN di tengah perubahan teknologi dan dinamika industri yang semakin cepat," jelasnya.
Danantara juga menilai perkembangan teknologi yang sangat cepat, khususnya di bidang kecerdasan artifisial atau AI, advanced analytics, post-quantum readiness, dan keamanan siber, membuat BUMN harus segera beradaptasi.
Forum tersebut menjadi langkah awal dalam menyusun arah sekaligus proses adopsi frontier technologies atau teknologi masa depan sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas, kualitas pengambilan keputusan, dan penciptaan inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan industri.
Pengembangan sumber daya manusia digital juga menjadi fokus utama karena Indonesia diperkirakan membutuhkan tambahan sekitar 600 ribu talenta digital setiap tahun hingga 2030.
Dengan menggunakan model triple helix, Danantara memperkuat kolaborasi antara industri, pemerintah, dan akademisi untuk mempercepat pengembangan talenta, riset, hingga komersialisasi inovasi nasional.
Selain itu, Danantara juga mendorong pengembangan teknologi strategis dalam negeri seperti sovereign AI, sovereign cloud, serta berbagai teknologi masa depan lainnya guna memperkuat kemampuan nasional.
Pengembangan teknologi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kinerja ekosistem BUMN, tetapi juga memperkuat Indonesia Inc melalui peningkatan kolaborasi antara Danantara Indonesia, BUMN, pemerintah, akademisi, dan pelaku industri lainnya.
Baca Juga: Danantara Pastikan Merger BUMN Aset Manajemen Tuntas Dalam Waktu Dekat
Transformasi digital itu akan dijalankan secara bertahap, dimulai dengan pengukuran kesiapan digital seluruh BUMN serta pembangunan fondasi kolaborasi selama enam bulan pertama.
Tahapan selanjutnya akan dilanjutkan dengan penerapan roadmap digital terintegrasi melalui Danantara Digital Transformation Task Force sebagai mekanisme tata kelola bersama, mulai dari tingkat Danantara hingga seluruh BUMN.
Melalui mekanisme tersebut, pelaksanaan transformasi digital diharapkan dapat dipantau secara lebih jelas, terukur, dan akuntabel, sekaligus membuka peluang kolaborasi antar-BUMN dalam berbagai sektor strategis.
(Sumber: Antara)
Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa memimpin Rapat Koordinasi Transformasi Digital BUMN yang dihadiri sekitar 60 perusahaan holding utama BUMN di Jakarta, Kamis 7 Mei 2026. ANTARA/HO-Danantara/aa. (Antara)