Ntvnews.id, Bali - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa skema insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang sedang disiapkan pemerintah diperkirakan tidak jauh berbeda dengan program insentif yang sebelumnya pernah diterapkan, baik untuk mobil listrik maupun motor listrik.
“Kira-kira nanti modelnya akan tidak terlalu berbeda dengan model yang pernah kita pergunakan ketika kita memberikan insentif untuk mobil listrik dan bantuan pembelian untuk motor listrik,” katanya saat ditemui di Badung, Bali, Jumat, 8 Mei 2026.
Agus menjelaskan Kementerian Perindustrian saat ini tengah mempersiapkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) terkait kebijakan tersebut.
Baca Juga: Changan Tebar Pesona di Indomobil Expo 2026, Hadirkan Mobil Listrik Lumin dan Deepal S07
Langkah itu dilakukan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan target penerapan insentif kendaraan listrik mulai Juni 2026.
“Modelnya kira-kira hampir sama. Sekarang kita lagi siapkan,” ujar Agus.
Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan insentif kendaraan listrik untuk sepeda motor listrik maupun mobil listrik ditargetkan mulai diterapkan pada Juni 2026 guna membantu menurunkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
“Nanti anggarannya kami hitung dan kami siapkan. Yang jelas, saya ingin itu masuk mulai awal Juni bisa diimplementasikan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Purbaya menegaskan tujuan utama kebijakan tersebut adalah mengubah pola konsumsi masyarakat dari penggunaan BBM menuju energi listrik.
Di sisi lain, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai kebijakan insentif elektrifikasi kendaraan merupakan investasi fiskal jangka panjang yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi nasional.
Baca Juga: Agus Gumiwang Buka-bukaan Alasan iPhone 16 Belum Dijual di RI
Menurut Indef, kebijakan tersebut tidak hanya mempercepat transisi energi, tetapi juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan fiskal negara.
Indef juga menilai kebijakan insentif kendaraan listrik yang sebelumnya diterapkan pemerintah berhasil menarik minat produsen global untuk berinvestasi dan membangun basis produksi di Indonesia.
Lembaga tersebut mencatat investasi asing di sektor kendaraan listrik di Indonesia mencapai sekitar 2,73 miliar dolar Amerika Serikat dalam tiga tahun terakhir.
(Sumber: Antara)
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Peresmian Gedung Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Badung, Bali, Jumat 8 Mei 2026. (ANTARA/HO-Kemenperin) (Antara)