Menkomdigi Meutya Hafid Tegaskan PP TUNAS Hadir untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 22:00
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menkomdigi Meutya Hafid memberikan arahan secara daring dalam acara Fasilitasi Kegiatan Implementasi PP TUNAS di SMP 3 Muhammadiyah Depok, Sleman, Yogyakarta. Menkomdigi Meutya Hafid memberikan arahan secara daring dalam acara Fasilitasi Kegiatan Implementasi PP TUNAS di SMP 3 Muhammadiyah Depok, Sleman, Yogyakarta. (Komdigi)

Ntvnews.id, Yogyakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid

menegaskan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi anak-anak Indonesia dari berbagai ancaman di ruang digital.

Menurut Meutya, regulasi tersebut disiapkan agar anak-anak tidak hanya aman saat menggunakan internet, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara positif untuk mendukung masa depan mereka.

“Dengan penetrasi internet yang telah melampaui 80 persen, kita harus memastikan keterhubungan ini disertai perlindungan yang kuat. PP TUNAS hadir sebagai payung hukum yang melindungi anak dari berbagai risiko sekaligus membekali mereka dengan literasi digital,” tegas Menkomdigi Meutya Hafid.

Pernyataan itu disampaikan Meutya secara daring saat memberikan sambutan dalam kegiatan Fasilitasi Implementasi PP TUNAS di SMP Muhammadiyah 3 Depok, Sleman, Yogyakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Meutya menjelaskan empat ancaman utama yang dihadapi anak dan remaja di era digital atau yang disebut sebagai “4K”, yakni kontak tidak diinginkan dari orang asing, konten negatif yang tidak sesuai usia, kecanduan gawai dan media sosial, serta gangguan kesehatan fisik maupun mental.

“Kita ingin anak-anak bisa menjelajah dunia digital dengan aman. Kontak dari orang tak dikenal harus dicegah, konten berbahaya tidak boleh mudah muncul, kecanduan harus diatasi agar prestasi belajar tetap terjaga, dan kesehatan mereka — mulai dari mata hingga postur tubuh — harus terlindungi,” jelasnya.

Ia menilai tanpa pengawasan yang tepat, kecanduan digital dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Karena itu, menurut Meutya, literasi digital menjadi salah satu aspek penting dalam implementasi PP TUNAS.

“Teknologi adalah keniscayaan. Anak-anak kita akan hidup bersama kemajuan ini setiap hari. Tugas kita adalah membekali mereka agar bisa mengambil manfaat maksimal dan menghindari mudaratnya,” tegas Meutya Hafid.

Meutya juga mengapresiasi peran sekolah dan guru dalam mendampingi anak-anak menghadapi perkembangan teknologi digital.

“Saya percaya Bapak dan Ibu Guru dapat menjadi teladan dan pahlawan literasi digital bagi anak-anak didiknya. Bersama kita wujudkan generasi TUNAS yang cerdas, kreatif, tangguh, dan siap bersaing di era digital,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi digital di lingkungan pendidikan.

x|close