Perusahaan Rusia Zarubezhneft Siap Lanjut Garap Blok Tuna pada Juni 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 14:31
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Anjungan minyak lepas pantai yang menjadi simbol perjalanan energi ASEAN sejak era eksplorasi migas. Tahun 2025, ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) merayakan 50 tahun kiprahnya sebagai forum kerja sama energi regional. Anjungan minyak lepas pantai yang menjadi simbol perjalanan energi ASEAN sejak era eksplorasi migas. Tahun 2025, ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) merayakan 50 tahun kiprahnya sebagai forum kerja sama energi regional. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot bertemu dengan Pejabat perusahaan migas asal Rusia, Joint Stock Company Zarubezhneft (JSC Zarubezhneft), di sela-sela kunjungan kerja ke Rusia dalam rangka menghadiri Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik yang berlangsung di Kazan, Rusia.

Pada pertemuan itu, Yuliot menjelaskan kesiapan Zarubezhneft untuk melanjutkan proyek Blok Tuna pada bulan Juni mendatang. 

Proyek Blok Tuna tertunda akibat mundurnya Premier Oil, anak perusahaan Harbour Energy, yang menjadi mitra Zarubezhneft dalam menggarap proyek ini.

"Kami bertemu dengan Zarubezhneft dan membahas kelanjutan proyek Blok Tuna yang masih tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek tersebut pada Juni bulan depan. Pemerintah akan memberikan dukungan untuk kelanjutan proyek ini," ujar Yuliot dalam keterangan tertulisnya, Jumat 15 Mei 2026.

Baca juga: Kementerian ESDM Sebut Pertalite Tak Dijual di Beberapa SPBU karena Upgrade

Baca juga: Kementerian ESDM Ungkap SPBU Swasta Mulai Beli Solar dari Pertamina

Zarubezhneft memulai proyek di Indonesia sejak mengakuisisi 50 persen participating interest (PI) pada Proyek Tuna di Laut Natuna melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd., pada tahun 2020. 

Pada pertemuan ini, Zarubezhneft juga menyatakan keinginannya untuk dapat menggarap proyek-proyek migas lain di Indonesia, untuk mendukung peningkatan produksi migas Indonesia, melalui teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan reaktivasi sumur idle.

Ketertarikan Zarubezhneft untuk berinvestasi di Indonesia, telah tercatat dalam dokumen Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 RI-Rusia. 

Pihak Rusia mencatat ketertarikan JSC Zarubezhneft untuk memperluas dan memperkuat kerja sama dengan mitra Indonesia, termasuk partisipasi dalam proyek baru bersama perusahaan minyak dan gas bumi Indonesia.

Pihak Rusia juga meminta dukungan penyelesaian proses compliance bagi perusahaan-perusahaan yang dinominasikan oleh Zarubezhneft guna memulai pengorganisasian suplai minyak ke Indonesia.

x|close