A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Airlangga Jajaki Kerja Sama Alat Berat dan Pertanian Modern dengan Belarus - Ntvnews.id

Airlangga Jajaki Kerja Sama Alat Berat dan Pertanian Modern dengan Belarus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 15:50
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Industri Republik Belarus Leonid Ryzkovsky (kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) saat mengunjungi sejumlah industri strategis Belarus di sektor alat berat, kendaraan komersial, dan mekanisasi pertanian modern, Minsk, Belarus, Kamis 14 Mei 2026. ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian. Wakil Menteri Industri Republik Belarus Leonid Ryzkovsky (kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) saat mengunjungi sejumlah industri strategis Belarus di sektor alat berat, kendaraan komersial, dan mekanisasi pertanian modern, Minsk, Belarus, Kamis 14 Mei 2026. ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian. (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan ke sejumlah industri strategis di Belarus yang bergerak di sektor alat berat, kendaraan komersial, dan mekanisasi pertanian modern.

Kunjungan tersebut meliputi perusahaan MTZ (Minsk Tractor Works), MAZ (Minsk Automobile Plant), dan BelAZ Holding Management Company.

Ketiga perusahaan itu dikenal sebagai bagian penting dari industri manufaktur Belarus yang memiliki keunggulan dalam produksi alat berat, kendaraan komersial, hingga teknologi pertanian modern.

“Penjajakan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tersebut sejalan dengan salah satu Astacita Presiden Indonesia, yaitu mewujudkan ketahanan pangan nasional. Untuk mendukung tujuan tersebut, modernisasi pertanian dan tersedianya alat berat yang efisien menjadi faktor yang sangat krusial,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2026.

Baca Juga: Airlangga: Pemerintah Perkuat Debottlenecking Channel demi Kepastian Investasi

Dalam kunjungan ke MTZ (Minsk Tractor Works), Airlangga meninjau pengembangan teknologi traktor dan alat mesin pertanian yang dinilai berpotensi mendukung program ketahanan pangan dan modernisasi pertanian Indonesia.

Teknologi tersebut disebut dapat mendukung pengembangan food estate hingga peningkatan produktivitas pertanian nasional.

Pihak MTZ juga memastikan seluruh alat berat dan mesin dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemesan.

“MTZ meyakinkan bahwa seluruh alat berat dan mesin dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemesan.”

Selain itu, perusahaan tersebut menawarkan program pelatihan serta transfer teknologi guna mendukung kerja sama dengan Indonesia.

MTZ juga diketahui telah melakukan pertemuan awal dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) terkait peluang kerja sama di sektor alat berat.

Sementara itu, kunjungan ke MAZ (Minsk Automobile Plant) difokuskan pada penjajakan kerja sama pengembangan kendaraan komersial, bus, dan kendaraan industri khusus.

Kerja sama tersebut mencakup peluang local assembly, transfer teknologi, hingga pengembangan kendaraan rendah emisi.

Dalam kunjungan ke BelAZ Holding Company, kedua pihak membahas peluang penguatan kerja sama di sektor alat berat pertambangan, termasuk pengembangan maintenance ecosystem, local assembly, dan kerja sama rantai pasok ban kendaraan berat berbahan natural rubber asal Indonesia.

“Kami melihat perusahaan-perusahaan Belarus berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam produk alat berat, terutama yang dapat memperkuat industrialisasi, mekanisasi pertanian modern, serta pengembangan industri alat berat di Indonesia,” ujar Airlangga.

Selain membahas alat berat, kedua pihak juga mendiskusikan pengembangan cassava menjadi ethanol serta studi penggunaan baterai nikel untuk mendukung modernisasi pertanian.

Di sektor pertambangan, penggunaan baterai nikel pada truk dinilai mampu meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan performa kendaraan berat.

Baca Juga: Airlangga: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Tertinggi di G20

Indonesia sendiri diketahui mengekspor sekitar 800 juta ton batu bara setiap tahun, sehingga kebutuhan dump truck yang efisien dan ramah lingkungan menjadi prioritas penting.

Pemerintah Belarus disebut terus mempelajari kebutuhan alat berat Indonesia, meski informasi spesifik terkait kebutuhan tersebut masih terbatas.

Untuk mengatasi hal itu, kedua negara dinilai perlu melakukan pemetaan kebutuhan bersama, forum konsultasi rutin, serta peningkatan komunikasi antara pemerintah dan pelaku industri.

Airlangga berharap kunjungan ke tiga industri utama Belarus tersebut dapat memperkuat tindak lanjut hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI-Belarus sekaligus menjadi langkah penting menjelang rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia di masa mendatang.

Kunjungan itu merupakan bagian dari rangkaian Sidang Komisi Bersama ke-8 RI-Belarus Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik yang turut dihadiri Wakil Menteri Industri Belarus Leonid Ryzkovsky.

(Sumber: Antara)

x|close