A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

IHSG Anjlok 3,46 Persen Dipicu Rumor Badan Khusus Ekspor Komoditas - Ntvnews.id

IHSG Anjlok 3,46 Persen Dipicu Rumor Badan Khusus Ekspor Komoditas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 19:12
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat 24 April 2026. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat 24 April 2026. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026.

Pelemahan tersebut dipicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap rumor pembentukan badan khusus ekspor komoditas strategis oleh pemerintah.

IHSG ditutup turun 228,56 poin atau 3,46 persen ke posisi 6.370,68.

Sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga melemah 16,27 poin atau 2,50 persen ke posisi 634,82.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan tekanan jual meningkat setelah muncul rumor terkait rencana pemerintah mengatur ekspor komoditas melalui badan khusus bentukan negara.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Posisi 6.599 di Tengah Pasar Wait and See Arah Suku Bunga BI

“IHSG melemah akibat tekanan jual setelah beredarnya rumor bahwa pemerintah berencana untuk mengatur ekspor komoditas melalui satu badan khusus bentukan negara,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Selasa, 19 Mwei 2026.

Adapun sejumlah komoditas strategis yang dirumorkan akan diatur melalui badan tersebut meliputi batu bara, Crude Palm Oil (CPO), hingga mineral logam.

“Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran investor bahwa akan ada potensi pengendalian harga jual yang dapat berdampak pada penurunan marjin laba perusahaan,” kata Ratna.

Menurutnya, rumor tersebut juga dikaitkan dengan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Rabu, 20 Mei 2026 untuk menyampaikan pidato terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Agenda itu disebut menjadi pertama kalinya Presiden secara langsung menyampaikan dokumen KEM-PPKF di hadapan DPR RI.

Selain itu, pelaku pasar juga tengah menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan pada Rabu, 20 Mei 2026.

Konsensus pasar memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen guna meredam pelemahan nilai tukar rupiah.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona merah sejak pembukaan hingga penutupan.

Baca Juga: IHSG Dibuka Anjlok ke 6.628

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, seluruh sektor tercatat melemah, dengan sektor barang baku mengalami penurunan terdalam sebesar 7,54 persen, diikuti sektor energi 6,89 persen dan transportasi serta logistik sebesar 6,60 persen.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2,8 juta transaksi dengan total nilai transaksi mencapai Rp25,80 triliun. Sebanyak 112 saham menguat, 612 saham melemah, dan 94 saham stagnan.

Sementara itu, bursa saham regional Asia bergerak bervariasi dengan indeks Hang Seng, Shanghai, dan Straits Times menguat, sedangkan Nikkei melemah tipis.

(Sumber: Antara)

x|close