IHSG Jumat Dibuka Melemah ke Level 6.112

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Mei 2026, 10:54
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat 24 April 2026. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat 24 April 2026. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar (Antara)


Ntvnews.id
, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat 29 Mei 2026 dibuka melemah 17,42 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.112,77.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 10,51 poin atau 1,69 persen ke posisi 609,89.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan, IHSG berpotensi bergerak volatil seiring penyesuaian portofolio oleh para manajer investasi mengikuti rebalancing indeks MSCI yang akan mulai berlaku setelah penutupan perdagangan hari ini.

“Untuk perdagangan hari ini, IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan volatil,” ucap Ratna dalam kajiannya, Jumat 29 Mei 2026.

Baca juga: IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.201 di Tengah Kekhawatiran Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Dari dalam negeri, tanggal efektif rebalancing indeks MSCI akan mulai berlaku setelah penutupan perdagangan hari ini, Jumat (29/05), yang berpotensi terjadinya penyesuaian portofolio oleh para manajer investasi global yang mengikuti indeks MSCI.

“Sehingga, dapat menyebabkan aksi jual masif terutama pada saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI serta memicu kenaikan volatilitas pasar,” ujar Ratna.

Di sisi lain, pemerintah tengah menyiapkan skema intensif untuk kendaraan listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel. Adapun, salah satu opsi yang sedang dalam pembahasan adalah PPN akan ditanggung oleh pemerintah dengan besaran yang bervariasi mulai dari 40 persen hingga 100 persen.

Untuk baterai yang berasal dari nikel dan non nikel akan dibedakan skemanya, dengan kendaraan berbasis baterai nikel kemungkinan akan memperoleh insentif lebih besar.

Namun demikian, insentif tersebut masih dalam pembahasan sehingga pelaksanaannya akan ditunda satu bulan. Ke depan, hal ini berpotensi menjadi faktor positif bagi emiten yang memproduksi baterai listrik berbasis nikel.

Dari mancanegara, sentimen pasar diperkuat oleh laporan terkait potensi perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran selama 60 hari, yang dinilai dapat meredakan sementara risiko geopolitik di Timur Tengah.

Meski belum memperoleh persetujuan final dari Presiden AS Donald Trump, pasar merespons positif perkembangan negosiasi tersebut.

Baca juga: Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.187

Di sisi lain, harga minyak bergerak variatif dengan volatilitas yang mulai mereda, yang mencerminkan ekspektasi pasar terhadap potensi stabilisasi pasokan energi global.

Pada perdagangan Kamis (28/05) kemarin, bursa saham Eropa kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,27 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,75 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,34 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,23 persen.

Sementara itu, bursa AS Wall Street menguat pada Kamis (28/05), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,05 persen, indeks S&P 500 menguat 0,58 persen, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,84 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 1.195,38 poin atau 1,85 persen ke 65.888,50, indeks Shanghai melemah 18,31 poin atau 0,45 persen ke 4.080,32, indeks Hang Seng menguat 68,34 poin atau 0,27 persen ke 25.074,50, dan indeks Strait Times menguat 36,54 poin atau 0,73 persen ke 5.025,73. (Sumber:Antara)

x|close