Ferry Juliantono Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Pancasila

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jun 2026, 08:33
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat mengikuti acara Peluncuran Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia dan Malam Budaya memperingati Hari Lahir Bung Karno di Pitaloka Sanur, Bali, Jumat (5/6/2026) malam. ANTARA/HO-Humas Kemenkop RI Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat mengikuti acara Peluncuran Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia dan Malam Budaya memperingati Hari Lahir Bung Karno di Pitaloka Sanur, Bali, Jumat (5/6/2026) malam. ANTARA/HO-Humas Kemenkop RI (Antara)

Ntvnews.id, Denpasar - Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis sebagai motor utama dalam mewujudkan transformasi Ekonomi Pancasila yang sejalan dengan amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945.

Dalam sambutannya pada acara Peluncuran Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia dan Malam Budaya dalam rangka memperingati Hari Lahir Bung Karno di Sanur, Bali, Jumat malam, Ferry menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen mengembalikan arah pembangunan ekonomi nasional pada prinsip-prinsip Ekonomi Pancasila.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan keinginan kuat untuk melakukan transformasi ekonomi kembali ke Ekonomi Pancasila," ujar Menkop Ferry.

Meski demikian, Ferry mengakui upaya tersebut menghadapi berbagai tantangan, salah satunya derasnya arus produk impor yang membanjiri pasar domestik. Menurutnya, kondisi tersebut perlu direspons dengan memperkuat kapasitas produksi nasional melalui gerakan koperasi yang berbasis pada kepemilikan dan pengelolaan bersama.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Koperasi mendorong Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia untuk menjalin kolaborasi dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia dalam membangun ekosistem industri tekstil dan fesyen yang mandiri dari hulu hingga hilir.

"Saya mendorong Koperasi Laskar Juang untuk menginisiasi pembukaan lahan perkebunan kapas sendiri, pabrik tekstil, hingga garmen. Kita harus mampu memproduksi bahan baku secara mandiri melalui badan usaha koperasi," kata Menkop.

Baca Juga: Menkop Siap Perkuat Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Pancasila, Dorong Percepatan Koperasi Merah Putih

Pandangan serupa disampaikan Anggota Komisi XIII DPR RI sekaligus Ketua Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia, Rieke Diah Pitaloka. Ia menegaskan bahwa koperasi tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi, melainkan sebagai instrumen perjuangan untuk memperkuat kedaulatan rakyat.

"Koperasi ini lahir bukan untuk memperkaya segelintir orang, melainkan untuk memperkuat rakyat. Ini adalah alat perjuangan ideologis untuk membangun kedaulatan ekonomi yang bertumpu pada kepemilikan bersama," kata Rieke.

Memanfaatkan momentum peringatan Hari Lahir Soekarno, Rieke mengingatkan kembali pesan Bung Karno bahwa koperasi merupakan sekolah gotong royong dan solidaritas sosial. Menurutnya, koperasi harus menjadi wadah yang mampu mengorganisasi petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga generasi muda agar memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam sistem ekonomi.

Baca Juga: Jawa Tengah Jadi Pelopor Kurikulum Perkoperasian di Sekolah, Menkop Sebut Catat Sejarah Baru

"Target utama kita ke depan adalah memutus ketergantungan terhadap luar negeri. Kita harus mampu memproduksi, mengolah, dan menguasai rantai nilai ekonomi sendiri. Inilah esensi sejati dari semangat 'Berdikari', berdiri di atas kaki sendiri," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, semangat penguatan ekonomi kreatif juga mendapat dukungan dari pengurus daerah APPMI Bali. Ketua BPD APPMI Bali terpilih, Kadek Wira Dika, menyatakan komitmennya untuk membawa produk wastra tradisional Bali ke pasar internasional.

“Bali memikul tanggung jawab besar untuk mengangkat kearifan lokal, khususnya melestarikan dan mengembangkan wastra seperti endek, tenun, dan songket agar semakin mendunia," ungkap Kadek Wira dalam sambutan perdananya setelah pelantikan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rieke Diah Pitaloka atas dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan pelantikan pengurus baru APPMI Bali. Kadek Wira berharap organisasi tersebut dapat menjadi wadah kolaborasi yang produktif bagi para perancang dan pelaku industri fesyen di Pulau Dewata.

Melalui penguatan koperasi dan kolaborasi dengan sektor ekonomi kreatif, pemerintah berharap tercipta ekosistem ekonomi yang lebih mandiri, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

(Sumber: Antara)

x|close