Summarecon Bagikan Dividen Rp82,5 Miliar, Pemegang Saham Terima Rp5 per Saham

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jun 2026, 14:09
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
James Wahyudi (Investor Relations), Adrianto P. Adhi (President Director), dan Lidya Tjio (Corporate Secretary) dari PT Summarecon Agung, Tbk James Wahyudi (Investor Relations), Adrianto P. Adhi (President Director), dan Lidya Tjio (Corporate Secretary) dari PT Summarecon Agung, Tbk (NTVNews.id: Dedi)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp82,54 miliar kepada para pemegang saham dari total penghasilan komprehensif tahun berjalan 2025 sebesar Rp1,19 triliun. Keputusan pembagian dividen tersebut menjadi salah satu hasil utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2026 Perseroan.

Investor Relations PT Summarecon Agung Tbk James Wahyudi mengatakan, dalam RUPS telah disetujui penggunaan laba Perseroan tahun buku 2025, termasuk pembagian dividen tunai sebesar Rp5 per saham.

“Sebesar 82 miliar 542 juta 841 ribu 790 rupiah dibagikan sebagai dividen tunai atau sebesar 5 rupiah per saham yang akan dibayarkan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham Perseroan pada tanggal 24 Juni 2026 sampai dengan pukul 16.00 WIB,” ujar James dalam paparan hasil RUPS Summarecon Agung.

Selain dividen, Perseroan juga menyisihkan Rp11,94 miliar sebagai dana cadangan sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Sementara sisa laba sebesar Rp1,09 triliun akan dimasukkan sebagai laba ditahan untuk mendukung kebutuhan Perseroan.

James menyampaikan, RUPS juga menyetujui sejumlah agenda lain, termasuk pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro dan Surja dengan opini wajar tanpa pengecualian.

Baca Juga: Whoosh Buka Rute Baru Padalarang-Tegalluar Summarecon, Tarif Cuma Rp50 Ribu

Dari sisi kinerja bisnis, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan Perseroan mampu menjaga pertumbuhan di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung.

Menurut dia, marketing sales Summarecon pada 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan. Dari target Rp5 triliun, Perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp5,53 triliun.

Kinerja positif tersebut berlanjut pada awal 2026. Hingga kuartal I 2026, marketing sales Perseroan mencapai Rp1,2 triliun atau tumbuh 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dengan kondisi ekonomi yang masih menantang kami juga terus melakukan apa namanya, kita harus agile dan kita harus peka dan bagaimana kita juga harus mengelola manajemen cash flow,” kata Adrianto.

Ia menegaskan, Summarecon tetap menjaga kualitas produk meskipun melakukan efisiensi di tengah tekanan ekonomi. Perseroan juga masih mengandalkan pasar kelas menengah hingga menengah atas yang dinilai memiliki daya tahan terhadap kondisi ekonomi.

Baca Juga:  Dukungan Summarecon Golden Expo 2025

Sementara itu, Corporate Secretary Summarecon Agung Lidya Tjio menyampaikan hingga akhir Mei 2026 marketing sales Perseroan telah mencapai sekitar Rp2 triliun atau 38% dari target tahunan sebesar Rp5,2 triliun.

Menurut Lidya, insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) masih memberikan dampak terhadap penjualan properti. Hingga lima bulan pertama 2026, nilai penjualan yang mendapatkan manfaat dari program tersebut mencapai Rp874 miliar, dengan target sepanjang tahun sebesar Rp1,6 triliun.

Dari sisi pengembangan kawasan, Adrianto mengatakan Summarecon terus melanjutkan strategi pengembangan township di sembilan kawasan yang dimiliki Perseroan. Summarecon Serpong masih menjadi kontributor terbesar dengan kontribusi sekitar 44%-45% terhadap bisnis township.

Perseroan juga terus memperkuat bisnis investment property melalui pengembangan pusat perbelanjaan. Salah satunya adalah Summarecon Mall Bekasi 2 yang telah beroperasi dengan konsep yang menggabungkan aktivitas belanja dan olahraga.

x|close