Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menilai koreksi tajam yang terjadi di pasar modal Indonesia dalam beberapa bulan terakhir justru menciptakan peluang bagi investor asing untuk masuk dan membeli saham-saham emiten domestik yang dinilai sudah berada pada level harga menarik.
Menurut Rosan, penurunan pasar yang mencapai sekitar 36 hingga 40 persen membuat valuasi sejumlah perusahaan Indonesia menjadi jauh lebih murah dibandingkan nilai fundamentalnya.
"Memang kalau kita lihat juga karena koreksi yang kemarin selama berapa bulan ini hampir 36 atau 40 persen pasar modal kita ini menyebabkan pricing dari perusahaan-perusahaan kita menjadi sangat affordable, sangat-sangat baik, sangat-sangat murah malah," kata Rosan kepada wartawan di Ruang Sidang Kabinet Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Ia menjelaskan, koreksi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan sentimen pasar. Setelah mengalami tekanan cukup dalam, pasar modal dan nilai tukar rupiah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan seiring meningkatnya minat investor terhadap aset-aset Indonesia.
Rosan menilai kondisi tersebut sejalan dengan prinsip dasar ekonomi, di mana investor akan tertarik membeli ketika harga aset berada di bawah nilai wajarnya sementara fundamental perusahaan tetap kuat.
Baca Juga: Istana Ungkap Strategi Pulihkan Kepercayaan Publik
Menurutnya, sejumlah indikator menunjukkan bahwa harga saham beberapa emiten berada di bawah nilai buku atau book value. Situasi itu dimanfaatkan investor global untuk melakukan akumulasi saham, terutama pada sektor perbankan dan industri strategis yang dinilai memiliki prospek baik.
"Kembali lagi kepada hukum ekonomi pada saat mereka melihat oh fundamental kita bagus, perbankan kita pertumbuhannya bagus, dividennya bagus, yield-nya bagus, harganya di bawah price to book-nya di bawah jauh di harga pasar, ya otomatis mereka juga melihat, oh ini is time to buy," kata Rosan.
Ia menambahkan, aksi pembelian oleh investor asing tersebut turut berkontribusi terhadap penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah, lanjut Rosan, tetap meyakini bahwa fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan jangka menengah dan panjang. Keyakinan tersebut menjadi salah satu alasan investor internasional kembali melirik pasar keuangan domestik.
CEO Danantara/Menteri Investasi Rosan Roeslani (NTVnews)
Sebelumnya, penurunan harga aset finansial sempat menimbulkan kekhawatiran akan berlanjutnya tekanan di pasar modal. Namun, kinerja sejumlah sektor utama, khususnya perbankan, yang tetap mencatat pertumbuhan positif serta menawarkan tingkat dividen dan imbal hasil yang menarik dinilai mampu menjaga kepercayaan investor.
Pemerintah juga berharap arus modal asing yang kembali masuk ke pasar saham Indonesia dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sekaligus memperkuat pasar keuangan nasional.
Ke depan, keberlanjutan tren pemulihan tersebut diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh konsistensi aliran investasi yang masuk ke Indonesia hingga akhir tahun, seiring upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kepercayaan pasar global.
CEO Danantara/Menteri Investasi Rosan Roeslani (NTVnews)