Pertamina Pantau Ketat VLCC Pertamina Pride yang Masih Tertahan di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jun 2026, 16:42
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan Management Walkthrough (MWT) atau kunjungan kerja mendadak ke Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu pagi (13/6/2026). (Foto: Dok/Istimewa) Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan Management Walkthrough (MWT) atau kunjungan kerja mendadak ke Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu pagi (13/6/2026). (Foto: Dok/Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Pertamina (Persero) terus memantau perkembangan kapal tanker very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride yang hingga kini masih berada di kawasan Selat Hormuz. Pemantauan dilakukan secara intensif mengingat kondisi keamanan di wilayah tersebut masih terus dievaluasi.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan mengatakan perusahaan melakukan pengawasan secara real-time terhadap armada yang dikelola oleh PT Pertamina International Shipping (PIS).

“Sementara untuk armada lain seperti VLCC Pertamina Pride di Teluk Arab, saat ini sedang dalam persiapan bergerak dengan terus mengevaluasi perkembangan risiko serta rekomendasi internasional,” ujar Iriawan saat ditemui di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Berdasarkan informasi dari PIS, kapal Pertamina Pride saat ini masih dalam tahap persiapan pelayaran. Berbagai faktor seperti kondisi keamanan, kepadatan lalu lintas pelayaran, hingga perkembangan risiko di kawasan tersebut terus menjadi bahan pertimbangan sebelum kapal bergerak.

Baca Juga: Kejaksaan Tahan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga dan Dirut Pertamina International Shipping

Iriawan menjelaskan, pusat krisis atau crisis center PIS juga melakukan pemantauan selama 24 jam penuh. Koordinasi dilakukan secara berkelanjutan dengan Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Iran guna memastikan keselamatan operasional kapal.

“Semoga kapal VLCC Pertamina Pride juga bisa segera bisa lepas dan bisa datang ke Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Pertamina memastikan kapal Gamsunoro telah berhasil melewati Selat Hormuz dengan aman. Kapal tersebut keluar dari kawasan strategis itu pada Rabu, 24 Juni 2026 waktu setempat.

“Alhamdulillah, Gamsunoro sudah lepas dari Selat Hormuz. Sudah kami lihat, sudah keluar, dan telah mencapai titik aman,” ujar Iriawan.

Sebelumnya, PIS melaporkan bahwa Gamsunoro mulai meninggalkan Teluk Arab pada Rabu, 24 Juni 2026 pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB. Kapal bergerak dengan kecepatan 7,5 knot dan mencapai mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau 16.00 WIB.

Baca Juga: Berhasil Tingkatkan Keandalan Fasilitas Hulu Migas, Produksi Lapangan Handil PT Pertamina Hulu Mahakam Naik

Empat jam setelah memasuki jalur tersebut, kapal dinyatakan berhasil melintasi Selat Hormuz dan tiba di area yang dinilai aman.

Menurut Iriawan, keberhasilan Gamsunoro melewati Selat Hormuz menjadi bagian dari upaya PIS menjaga kelancaran operasional pelayaran di tengah dinamika geopolitik global. Jalur tersebut merupakan salah satu rute distribusi energi paling penting di dunia sehingga pengelolaannya memerlukan kewaspadaan tinggi.

(Sumber: Antara)

 
 
 
 
x|close