BEI Sebut 6 Perusahaan Masuk Antrean IPO di Tengah Meningkatnya Minat Pasar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 16:23
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin memaparkan materi di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu, 08 Juli 2026 Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin memaparkan materi di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu, 08 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa hingga Rabu, 8 Juli 2026, terdapat enam perusahaan yang masuk dalam pipeline atau antrean untuk melaksanakan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia.

Meningkatnya minat perusahaan untuk melantai di bursa sejalan dengan tingginya antusiasme pasar. Hal tersebut tercermin dari pelaksanaan IPO oleh enam perusahaan sepanjang pekan ini.

"Hingga saat ini, terdapat enam perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin.

Ia menjelaskan, dari total enam perusahaan yang tengah mengantre IPO tersebut, tiga di antaranya merupakan perusahaan dengan aset berskala besar atau di atas Rp250 miliar. Selain itu, terdapat satu perusahaan dengan aset berskala menengah senilai Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta dua perusahaan dengan aset berskala kecil di bawah Rp50 miliar.

Baca Juga: Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

Pengelompokan skala aset tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Berdasarkan sektor usahanya, enam perusahaan dalam pipeline IPO terdiri atas dua perusahaan dari sektor kesehatan, dua perusahaan sektor barang konsumen nonprimer, satu perusahaan sektor barang konsumen primer, dan satu perusahaan sektor barang baku.

Hingga Rabu, 8 Juli 2026, tercatat telah ada lima perusahaan yang resmi melaksanakan IPO dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,67 triliun. Dengan demikian, jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia kini mencapai 961 emiten.

Di sisi lain, BEI juga mencatat telah diterbitkan 93 emisi dari 52 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp94,45 triliun hingga Rabu, 8 Juli 2026.

Baca Juga: Dirut Bursa Efek Indonesia Iman Rachman Resmi Mundur di Tengah Gejolak Pasar Modal

Saidu menambahkan, hingga periode tersebut terdapat 28 emisi dari 21 penerbit EBUS yang masih berada dalam pipeline untuk menerbitkan efek bersifat utang dan sukuk dari berbagai sektor.

Sementara itu, untuk aksi rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), hingga Rabu, 8 Juli 2026 sudah ada empat perusahaan yang merealisasikan aksi korporasi tersebut dengan total nilai mencapai Rp3,89 triliun.

Adapun dalam antrean rights issue, saat ini terdapat satu perusahaan dari sektor teknologi yang dijadwalkan akan melaksanakan aksi tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close