Danantara Makin Dilirik Investor Dunia, Rosan Klaim Minat Investasi Terus Menguat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 09:01
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Danantara menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair bersama jajaran Tony Blair Institute for Global Change (TBI) Danantara menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair bersama jajaran Tony Blair Institute for Global Change (TBI) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - CEO Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan Tony Blair ke kantor Danantara menjadi sinyal strategis bagi penguatan iklim investasi di Indonesia. 

Dalam pertemuan tersebut, terungkap besarnya minat dan ketertarikan investor global terhadap berbagai proyek strategis nasional.

Rosan mengungkapkan bahwa sinyal positif dari investor global menandakan posisi Indonesia yang semakin kuat. 

"Minat tinggi investor yang disampaikan Tony Blair dalam kunjungannya menegaskan bahwa Indonesia berada di radar utama investor global. Kami melihat antusiasme yang sangat besar investor untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi kita," ujar Rosan dalam keterangan tertulis, Kamis 9 Juli 2026.

Baca juga: Danantara Mulai Bangun Pengolahan Sampah di Bali, Target 1.500 Ton Sampah per Hari

Baca juga: Legislator Dukung Danantara Usut Dugaan Kecurangan di PT Pos Indonesia

​Langkah pemerintah dalam membentuk Danantara dinilai sebagai terobosan efektif yang kini dipandang sebagai pintu masuk utama yang kredibel bagi investor internasional untuk menanamkan modalnya di Indonesia. 

Antusiasme yang ditunjukkan oleh investor global ini sekaligus mengonfirmasi bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang sangat menjanjikan di mata dunia.

​Rosan menambahkan bahwa Danantara berkomitmen untuk menjaga momentum kepercayaan ini melalui eksekusi yang nyata. 

"Danantara siap menjadi jembatan bagi modal internasional untuk masuk secara efektif, dan sentimen pasar sangat positif terhadap langkah-langkah yang diambil pemerintah," tegasnya.

x|close