Tok! Prabowo Luncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Karawang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 15:56
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto resmi meluncurkan program mandatori biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026 Prabowo Subianto resmi meluncurkan program mandatori biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026 (NTVnews)

Ntvnews.id, Karawang - Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program mandatori biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026. Peresmian ini ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden Prabowo didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Kamis, 9 Juli 2026, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi ," kata Prabowo.

Turut hadir dalam acara ini, yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mentan Andi Amran Sulaiman, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Mensesneg Prasetyo Hadi.

Kemudian, ada juga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, CEO Danantara Rosan Roeslani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, hingga Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya.

Baca Juga: BPOM Sebut Prototipe Vaksin Dengue mRNA Perkuat Kemandirian Farmasi dan Bioteknologi Nasional

Program B50 mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50% ke dalam bahan bakar minyak jenis solar. Kebijakan ini menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, memperkuat nilai tambah sumber daya alam nasional, serta menjaga ketahanan ekonomi dan energi Indonesia.

Implementasi B50 bukan sekadar peningkatan bauran biodiesel dalam bahan bakar solar, tetapi juga langkah pemerintah memperkuat kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional.

Implementasi B50 diperkirakan memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang signifikan. Pada 2025, program B40 menghemat devisa sebesar Rp 133,3 triliun, dan melalui Mandatori B50 pada 2026 diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp 170 triliun.

Selain itu, B50 diperkirakan meningkatkan nilai tambah CPO dari Rp 20,92 triliun menjadi sekitar Rp 23,49 triliun, menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO₂ pada 2026.

x|close